Kisah Sedih di Balik Penciptaan WhatsApp

Kisah Sedih di Balik Penciptaan WhatsApp

Fino Yurio Kristo - detikInet
Rabu, 28 Okt 2020 05:51 WIB
Jan Koum Brian Acton
Jan Koum dan Brian Acton, pendiri WhatsApp. Foto: istimewa
Jakarta -

WhatsApp kini adalah layanan messaging terpopuler di dunia. Tentulah layanan yang kini dimiliki Facebook itu tidak langsung sukses, bahkan awal penciptaannya cukup menyedihkan karena sedikit yang mau memakainya. Sudah begitu, kedua pendirinya pun sedang dalam masa sulit.

Kedua pendiri WhatsApp, Jan Koum dan Brian Acton yang keduanya telah resign dari Facebook, dahulu adalah mantan pegawai Yahoo. Keduanya memutuskan resign dari Yahoo dan liburan sejenak, lalu coba mendaftar ke Facebook. Tapi jejaring sosial itu tidak menerima lamaran mereka.

Jadi pengangguran, Koum dan Acton hidup dengan uang pesangon dari Yahoo sembari mencari peluang berikutnya. Nah pada Januari 2009, Koum membeli iPhone dan menyadari ada peluang besar bisnis aplikasi melalui App Store.

Koum mematangkan ide membuat aplikasi yang kemudian ia namai WhatsApp. Pada 24 Februari 2009, ia mendirikan WhatsApp Inc meskipun aplikasinya belum jadi. Setelah jadi pun, aplikasinya kerap bermasalah dan saat diujicoba, hanya sedikit yang mau memakainya.

Ya, rilis pertama WhatsApp pada Mei 2009 bisa dibilang tidak sesuai ekspektasi. Terlebih pada saat itu, WhatsApp belum sepenuhnya layanan pesan, hanya aplikasi untuk membuat status.

Koum terus berpikir mengembangkan WhatsApp. Akhirnya dia punya ide menjadikan WhatsApp sebagai aplikasi messenger yang menggunakan kontak di ponsel sebagai jejaring serta nomor HP untuk login.

"Mampu menjangkau setiap orang di belahan dunia lain secara instan, di perangkat yang selalu bersama Anda, waktu itu itu adalah sesuatu yang hebat," kata Koum yang dikutip detikINET dari Forbes, Rabu (28/10/2020).

Halangan kembali datang karena setelah bereksperimen memakai WhatsApp harus berbayar, jumlah download menurun. "Kami tumbuh cepat ketika gratis, 10 ribu download per hari. Dan ketika kami memberlakukan pembayaran, mulai menurun sampai hanya seribu per hari," kisah Acton.

Akhirnya diputuskan user cukup membayar sekali dalam setahun. Fitur baru pun ditambahkan pada akhir 2009 yaitu kemampuan mengirim pesan gambar, yang membuat WhatsApp mulai menarik perhatian.

Selanjutnya: Puncak kesuksesan WhatsApp...