Jumat, 22 Nov 2019 13:50 WIB

Pendiri Telegram Serukan Hapus WhatsApp, Kenapa?

Fino Yurio Kristo - detikInet
Pengguna WhatsApp. Foto: Getty Images Pengguna WhatsApp. Foto: Getty Images
Jakarta - Maraknya kerentanan keamanan di WhatsApp belakangan ini membuat hacker berpotensi menyadap informasi pribadi pengguna. Alasan itulah yang dikemukakan oleh pendiri Telegram, Pavel Durov, saat menyarankan user untuk menghapus WhatsApp.

Celah besar memang cukup sering muncul di WhatsApp. Belum lama ini, spyware dari perusahaan Israel, NSO Group, bisa menginfeksi WhatsApp dan membobol datanya cukup dengan panggilan telepon yang bahkan tak perlu diterima.

"Kecuali Anda tak masalah semua foto dan pesan Anda terbuka untuk publik suatu hari, Anda harus menghapus WhatsApp dari ponsel Anda," cetus Durov pada ratusan ribu pengikutnya di channel Telegram.

Durov menyebut WhatsApp adalah semacam 'Kuda Troya' yang dimanfaatkan untuk memata-matai foto dan user penggunanya. Ia juga melontarkan rasa tidak percaya terhadap sang induk, Facebook.

"Facebook telah menjadi bagian dari program pengintaian jauh sebelum mereka mengakuisisi WhatsApp. Naif berpikir bahwa perusahaan ini akan mengubah kebijakan setelah akuisisi," paparnya.

Ia mengambil contoh pernyataan pendiri WhatsApp, Brian Acton, yang sudah keluar dari Facebook. Acton belakangan mengaku penjualan WhatsApp juga berarti menjual privasi usernya.
Selanjutnya
Halaman
1 2