Ada Website dan Pelatihan Gratis Buat Bantu UMKM Hadapi Krisis

Ada Website dan Pelatihan Gratis Buat Bantu UMKM Hadapi Krisis

Rachmatunnisa - detikInet
Senin, 12 Okt 2020 18:30 WIB
Online payment. Hands of woman using mobile smartphone and laptop computer for online shopping.
Ada Website dan Pelatihan Gratis Buat Bantu UMKM Hadapi Krisis. Foto: iStock
Jakarta -

Berkurangnya interaksi fisik karena pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di tengah pandemi memukul omzet beberapa kelompok usaha, terutama bagi pelaku usaha yang belum memanfaatkan teknologi informasi digital.

Berdasarkan data dari Kemenkop UKM, dari 64 juta unit usaha kelompok UMKM, baru 14% dari total pelaku usaha di kelompok ini yang sudah memanfaatkan platform online untuk memasarkan produk dan jasanya.

Karenanya, diperlukan adaptasi kebiasaan baru agar dapat bertahan dan keluar dari masa-masa sulit seperti ini. Yang bisa dilakukan adalah beralih ke interaksi virtual dan digital lewat digitalisasi pemasaran, sehingga dapat menjangkau calon pelanggan yang lebih luas.

Sejauh ini, pelaku UMKM umumnya sudah memulai pemasaran secara online dengan menggunakan media sosial sebagai salah satu platform marketing. Untuk menjangkau pengguna internet di manapun, pelaku UMKM juga sudah menggunakan marketplace sebagai tempat jualan secara online tanpa perlu membangun sistem e-commerce sendiri.

Nah, ada satu medium digital lagi yang seharusnya digunakan oleh pelaku UMKM sebagai pendukung kegiatan pemasaran dan penjualannya di internet, yaitu website.

CEO perusahaan solusi IT Andalworks, Fonni Safira Lubis menyebutkan, website berfungsi sebagai digital company profile agar dapat menambah kepercayaan pelanggan terhadap produk atau jasa yang ditawarkan oleh pelaku UMKM.

"Penggunaan website ini juga ibarat toko mandiri atau etalase di dunia maya yang buka 24 jam. Dengan mempunyai website, pelaku UMKM juga dapat mengkomunikasikan produk dan jasanya dengan lebih leluasa dan terstruktur," ujarnya lewat keterangan resmi.

Disebutkannya, pelaku UMKM yang menghasilkan sendiri produk atau jasa, sepantasnya mempunyai website. Namun, membuat website tidak seperti membuat akun media sosial atau akun marketplace.

Diperlukan pengetahuan dan keahlian lain untuk membuat website. Inilah yang menjadi tantangan karena pelaku UMKM tidak mempunyai keahlian dan juga waktu untuk membuat dan mengelola website.

Karenanya, Andalworks menggiatkan program "UMKM Rakyat" yang dibuat khusus untuk mendukung pelaku UMKM di Indonesia agar dapat menggunakan teknologi informasi digital secara maksimal.

"UMKM Rakyat mengadakan program pembuatan dan publikasi website gratis bagi pelaku UMKM yang belum memiliki website, sehingga pelaku UMKM bisa kembali fokus ke produk dan jasanya," ujarnya.

Fonni menjanjikan para UMKM yang mengikuti program UMKM Rakyat bisa membangun website dari proses awal hingga selesai dan dapat diakses di internet. Semuanya gratis! Andalworks mendorong UMKM yang berminat mendaftar program ini untuk mengunjungi website mereka lewat tautan umkmrakyat.id.



Simak Video "Pelaku UMKM Klaten Geruduk Rumdin Bupati Terkait Subsidi Rp 2,4 Juta"
[Gambas:Video 20detik]
(rns/fay)