Rangkul 9,2 Juta UMKM, Ini Jurus Tokopedia Dongkrak Minat Belanja

Rangkul 9,2 Juta UMKM, Ini Jurus Tokopedia Dongkrak Minat Belanja

Yudistira Imandiar - detikInet
Jumat, 09 Okt 2020 21:59 WIB
Logo Tokopedia
Foto: Dok. Tokopedia
Jakarta -

Pandemi COVID-19 mendorong para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang masih mengandalkan kanal penjualan offline, untuk bermigrasi memanfaatkan jalur pemasaran online. Dengan begitu, mereka tetap bisa memasarkan komoditas usahanya di saat aktivitas tatap muka dibatasi.

Peningkatan signifikan tren penjualan online tercermin dari penambahan jumlah penjual di platform Tokopedia. Total penjual di Tokopedia yang pada Januari berjumlah 7,2 juta, bertambah menjadi 9,2 juta per Agustus 2020. Ada tambahan lebih dari 2 juta penjual baru di Tokopedia selama masa pandemi.

VP of Corporate Communications Tokopedia Nuraini Razak merinci, nyaris 100 persen penjual di Tokopedia merupakan UMKM. Lebih detail lagi, 94 persen di antaranya merupakan usaha kategori ultra mikro.

Nuraini menyampaikan Tokopedia menggelar serangkaian program untuk menstimulasi minat belanja masyarakat dalam rangka mendukung digitalisasi usaha lokal. Tujuannya agar aktivitas ekonomi semakin berdenyut dan memberikan keuntungan bagi penjual maupun pembeli. Salah satunya kampanye bulanan Waktu Indonesia Belanja yang digelar Tokopedia setiap tanggal 25 sampai akhir bulan.

"Untuk membantu masyarakat Indonesia memenuhi kebutuhan selama pandemi, kami meluncurkan beragam inisiatif dan kampanye, salah satunya adalah kampanye Waktu Indonesia Belanja (WIB). Kampanye WIB ini merupakan upaya Tokopedia untuk menawarkan berbagai macam nilai tambah yang dapat membuat belanja kebutuhan sehari-hari masyarakat menjadi lebih menarik dan efisien di tengah pandemi ini," papar Nuraini.

Selain kampanye rutin WIB, beberapa program lainnya juga dijalankan Tokopedia untuk memfasilitasi para pelaku usaha di berbagai bidang. Program-program yang berjalan ini dihadirkan melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk kementerian dan lembaga pemerintahan terkait.

Adapun program-program pendukung yang telah berjalan, antara lain #SatuDalamKopi bekerja sama dengan Kemenparekraf, Kemenperin, dan lebih dari seribu pelaku usaha kopi. Berikutnya, Tokopedia ikut mendukung gerakan #BanggaBuatanIndonesia yang digagas pemerintah melalui Kemenko Marves dengan tujuan mempercepat adopsi platform digital oleh kalangan UMKM.

Ada pula #GerakanOtomotifNasional kolaborasi dengan Kemenperin untuk mendukung penjual produk-produk otomotif. Berikutnya program #BeliKreatifLokal ditujukan untuk mendukung produk fesyen, kuliner, dan kriya lokal yang digagas Kemenparekraf. Sementara itu, program Food Market hasil kolaborasi dengan Kementan menjadi wadah pemasaran produk-produk pertanian dan peternakan.

Tokopedia juga merangkul para pengusaha kebutuhan pokok dalam program 'Lengkapi Persediaan Rumah', dan dengan penjual makanan dan minuman dalam 'Tokopedia Nyam!'. Selain itu, bersama para pelaku industri fesyen lokal Tokopedia menjalankan 'Nusantara Fashion Festival'.

Nuraini mengulas, situasi pandemi dapat dilewati para pelaku usaha dengan terus aktif berinovasi dan menjalin kolaborasi. Berjalannya transaksi lewat platform online tidak hanya memberikan nafas bagi para pelaku usaha, tapi juga menjadi penggerak ekonomi untuk mempercepat pemulihan ekonomi nasional.

"Hal ini dilakukan seluruh pegiat usaha di Indonesia, tidak terkecuali Tokopedia dan lebih pegiat usaha yang memanfaatkan kanal daring diharapkan dapat mempertahankan bisnis sekaligus berkontribusi pada pemulihan perekonomian Indonesia yang saat ini terdampak pandemi.dari 9 juta penjual terdaftar di platform kami," ungkap Nuraini.

Seperti yang dikatakan Nuraini, inovasi dan kolaborasi adalah kunci bagi pelaku usaha bertahan di tengah pandemi. Hal itu sudah berhasil diterapkan Abdul Wahab, yang menjalankan usaha bumbu racik 'Rumah Bumbu'.

Abdul mengaku, penjualan online membuat omzet usahanya tertolong, bahkan sempat naik hingga 300 persen saat Ramadhan dan jelang Idul Fitri lalu. Ia berpesan kepada para sejawat untuk pintar memanfaatkan peluang, seperti promo yang digelontorkan Tokopedia untuk mendongkrak penjualan.

"Karena semua yah memang harus pintar-pintar melihat peluang bagaimana harus bisa survive. Yang paling penting menggunakan peluang untuk jualan online, nggak boleh gaptek juga," ulas Abdul.



Simak Video "Upaya Mendukung 2.500 Pelaku UMKM Perempuan di Masa Pandemi"
[Gambas:Video 20detik]
(akn/fay)