Hoax Terkait 5G, Bikin Kanker Sampai Dituduh Penyebab COVID-19

Dunia Diselimuti 5G

Hoax Terkait 5G, Bikin Kanker Sampai Dituduh Penyebab COVID-19

Aisyah Kamaliah - detikInet
Sabtu, 10 Okt 2020 15:38 WIB
Ilustrasi 5G
Ilustrasi jaringan 5G. Foto: Huawei
Jakarta -

5G menjadi jaringan primadona banyak orang. Namun isu dan hoaks terkait 5G masih saja ramai dibicarakan seperti menjadi penyebab Virus Corona sampai penyebab kanker.

Berikut ini dirangkum detikINET, Sabtu (10/10/2020) dari berbagai sumber mengenai hoaks seputar 5G, jaringan generasi ke-5:

1. 5G gantikan 4G

Sebagian orang berpikir bahwa 5G menggantikan 4G, namun itu tidak benar adanya. Ambil lah contoh ketika 4G dirilis, jaringan 2G bahkan masih tetap tersedia. Hoax ini sempat orang khawatir ponsel 4G mereka jadi tidak terpakai lagi.

Selain itu, kemungkinan akan masih banyak daerah yang menggunakan 4G untuk sementara waktu. Terlebih, daerah yang masih di pedalaman yang bahkan masih ada yang belum tersentuh internet.

2. Sebabkan kanker

Yang ditakutkan dari 5G adalah radiasi dari sinyal radio yang dipancarkan. Ketakutan ini cukup bisa dipahami karena pada 2011 Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan ponsel seharusnya didaftarkan sebagai salah satu sumber karsinogen.

Namun, tudingan radiasi ponsel menyebabkan kanker mungkin berlebihan. Karena banyak hal lain di sekitar kita yang juga mempunyai bahaya karsinogen. Pada 8 Agustus lalu, Chairman FCC Ajit Pai menyebut ponsel yang ada saat ini, termasuk yang menggunakan 5G, aman untuk digunakan.

3. Penyebab virus corona

Yang sempat heboh adalah kabar tower 5G menjadi penyebab virus SARS-CoV-2. Hoax ini bahkan berujung pada pembakaran sejumlah tower 5G di Inggris.

Saat memberikan update terbaru tentang virus corona di Inggris, Menteri Kantor Kabinet Michael Gove langsung mengatakan bahwa hal ini merupakan hoax yang berbahaya.

"Itu hanya omong kosong, omong kosong yang berbahaya," tegas Gove.

Director NHS Stephen Powis mengatakan konspirasi dan hoax tentang 5G tidak memiliki landasan ilmiah dan justru mengancam upaya tenaga kesehatan untuk menangani pandemi ini.

"Cerita 5G ini merupakan omong kosong, jenis berita palsu yang paling buruk. Kenyataannya adalah jaringan mobile ini sangat penting bagi kita semua," kata Powis.

4. 5G tidak akan diterapkan

Hoax yang terakhir menyebutkan kalau 5G tidak akan diterapkan. Namun kenyataannya, hasil laporan Ericsson ConsumerLab 2019 mengatakan sekitar 67% konsumen global menyatakan kesediaan untuk membayar layanan jaringan generasi ke-5 tersebut. Pelanggan juga menaruh harapan untuk 5G segera bisa dinikmati masyarakat dalam kurun waktu 2-3 tahun mendatang.



Simak Video "Blokir Huawei, Inggris Gandeng Nokia Jadi Pemasok Jaringan 5G"
[Gambas:Video 20detik]
(ask/fay)