Startup Tumbang, 25 Juta Unit Sepeda Dibuang

Startup Tumbang, 25 Juta Unit Sepeda Dibuang

Fino Yurio Kristo - detikInet
Selasa, 06 Okt 2020 06:47 WIB
Bangkrut Ofo
Kuburan sepeda di China. Foto: Reuters
Beijing -

Startup penyewaan sepeda atau bike sharing sempat booming di China untuk kemudian meredup. Sebagian startup itu pun tumbang, menyebabkan banyak sekali sepeda dibuang. Di berbagai kota di China, muncul gunungan sepeda yang dibuang dan terabaikan.

Sebagai solusinya, pemerintah berencana mendaur ulang total sekitar 25 juta unit sepeda yang tidak terpakai itu. Biayanya sebagian berasal dari uang pajak warga karena para startup-nya sendiri sudah bangkrut.

Booming bike sharing China dimulai pada tahun 2014. Startup Ofo yang mengawalinya. Mereka memperkenalkan konsep sepeda bisa disewa melalui aplikasi smartphone dan jika sudah selesai bisa diletakkan di mana saja.

Sejak itulah, startup bike sharing menjamur sampai mencapai sekitar 70 perusahaan. Investor pun menanam uang besar-besaran pada mereka. Ofo dan saingannya Mobike, pernah menembus valuasi USD 1 miliar.

Namun demikian, dikutip detikINET dari South China Morning Post, metode penyewaan semacam itu berarti banyak sepeda diletakkan di sembarang tempat, dari trotoar, taman dan ruang publik lainnya.

Sebagian dikumpulkan lagi oleh pihak perusahaan, tak sedikit yang berakhir jadi sampah. Hingga muncullah tempat pembuangan di mana begitu banyak sepeda ditimbun sampai menggunung.

Perang harga para startup bike sharing tak terhindarkan, sebagian jadi kehabisan uang. Bluegogo yang berbasis di Tianjin dan termasuk startup sewa sepeda terbesar, bangkrut di 2017. Menyusul kemudian satu persatu mereka tumbang.

Ofo yang sempat jadi pemain terkuat kini kesulitan keuangan. Adapun Hellobike yang disokong Alibaba serta Meituan Bike masih beroperasi walau tidak semasif dulu. Sepeda-sepeda para startup itu pun, walau kondisinya sebagian masih bagus, tak lagi dipakai dan dibiarkan berkarat.

Sepeda itu rencananya semuanya akan didaur ulang. "Sepeda yang disewakan tidak bisa digunakan kembali atau dijual seken. Daur ulang pada dasarnya adalah jalan keluarnya," cetus Zhu Qi, manajer di China Recycling Resources.

Usaha bike sharing atau sewa sepeda pun tampaknya tidak akan pulih lagi seperti dulu. Tren sekarang lebih menuju ke persewaan sepeda listrik.



Simak Video "Satu Dekade Gojek: Sudah Bisa Mulai Cetak Cuan di Tahun Pandemi"
[Gambas:Video 20detik]
(fyk/rns)