Omnibus Law Ketok Palu, Netizen Terbagi Dua

Omnibus Law Ketok Palu, Netizen Terbagi Dua

Tim detikcom - detikInet
Senin, 05 Okt 2020 21:34 WIB
Ruang rapat paripurna jelang pengesahan Omnibus Law RUU Cipta Kerja (Rahel Narda Chaterine/detikcom).
Suasana jelang pengesahan Omnibus Law RUU Cipta Kerja (Rahel Narda Chaterine/detikcom).
Jakarta -

Omnibus Law RUU Cipta Kerja resmi disahkan dalam rapat paripurna DPR hari ini, Senin (5/10/2020) dan membuat netizen terbagi dua. Hashtag pro dan kontra pun saling adu nyaring di linimasa media sosial (medsos).

Seperti pantauan detikINET pada malam ini, netizen ramai-ramai menyuarakan penolakan terhadap RUU yang dinilai kontroversial tersebut. #tolakomnibuslaw, #MosiTidakPercaya, #GagalkanOmnibusLaw, #tolakruuciptakerja, sampai #DPRKhianatiRakyat jadi trending topic di Twitter.



Kendati ada yang kontra, ada juga netizen yang mengungkapkan sisi positif dari Omnibus Law Cipta Kerja.




Omnibus Law Cipta Kerja disahkan berdasarkan kesepakatan yang diambil dalam rapat paripurna yang digelar di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (5/10/2020). Turut hadir dalam rapat Menko Perekonomian Airlanga Hartarto, Menaker Ida Fauziyah, Menteri LHK Siti Nurbaya Bakar, Menkeu Sri Mulyani, Mendagri Tito Karnavian, Menteri ATR/BPN Sofyan Djalil, dan Menkum HAM Yasonna Laoly.

Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPR Supratman Andi Agtas sebelumnya membacakan laporan Baleg terkait pembahasan RUU Cipta Kerja. Pembahasan RUU Ciptaker dilaksanakan dalam 64 kali rapat, termasuk saat masa reses.

Ada 7 UU yang dikeluarkan dari pembahasan RUU Cipta Kerja, terutama UU tentang pendidikan, serta 4 UU yang dimasukkan ke pembahasan. Ada pula perubahan mengenai jumlah bab dan pasal dalam RUU Cipta Kerja.

"Baleg bersama pemerintah dan DPD telah melaksanakan rapat sebanyak 64 kali: 2 kali rapat kerja, 56 kali rapat panja, dan 6 kali rapat timus/timsin," ujar Supratman.

"Ada 15 bab dan 185 pasal yang mengalami perubahan dari sebelumnya 15 bab dan 174 pasal," lanjutnya.

Dari 9 fraksi DPR, 6 fraksi menyetujui omnibus law RUU Cipta Kerja, 1 fraksi, yaitu PAN, menyetujui dengan catatan, sementara 2 fraksi, yaitu Demokrat dan PKS, menyatakan menolak RUU Cipta Kerja.



Simak Video "K-Popers Ikut Meramaikan, Tagar Tolak Omnibus Law Trending Dunia"
[Gambas:Video 20detik]
(agt/fay)