Dokumen email yang baru dirilis oleh Departemen Kehakiman Amerika Serikat (DOJ) kembali mengguncang publik. Kali ini, mendiang pemodal sekaligus terpidana kejahatan seksual Jeffrey Epstein mengklaim pernah menghadiri "makan malam liar" bersama sejumlah raksasa teknologi dunia, termasuk Mark Zuckerberg dan Elon Musk.
Klaim itu muncul dalam email bertanggal 20 Agustus 2015 yang dikirim Epstein kepada miliarder Tom Pritzker. Menjawab pertanyaan soal rencana perjalanannya ke New York, Epstein menulis singkat namun provokatif: "not sure yet. i had dinner with zuckerburg, mu=k, thiel hoffman, wild."
Email tersebut pertama kali dilaporkan Vanity Fair pada 2019, dan kini kembali viral setelah dokumen DOJ dibuka ke publik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut laporan Vanity Fair, jamuan makan malam itu diselenggarakan oleh Reid Hoffman, salah satu pendiri LinkedIn, di Palo Alto, California. Acara tersebut disebut digelar untuk menghormati ilmuwan saraf dari MIT, Ed Boyden.
Meski Epstein menyebutnya sebagai "wild", ia tidak pernah menjelaskan detail apa yang terjadi dalam jamuan tersebut. Namun, penyebutan nama-nama besar seperti Zuckerberg, Musk, Peter Thiel, dan Hoffman langsung memicu spekulasi luas di media sosial.
Meta dan Musk Angkat Bicara
Menanggapi kembali ramainya isu ini, seperti dikutip dari New York Post, juru bicara Meta merujuk pada pernyataan lama yang dirilis pada 2019.
"Mark bertemu Epstein secara sepintas satu kali di sebuah makan malam yang menghormati ilmuwan. Acara itu tidak diselenggarakan oleh Epstein, dan setelah itu Mark tidak pernah berkomunikasi lagi dengannya," kata Ben LaBolt, juru bicara Zuckerberg saat itu.
Elon Musk juga kembali membantah keterlibatan apa pun. Dalam korespondensinya dengan media, Musk menyatakan tidak mengingat pernah memperkenalkan Epstein kepada siapa pun.
"Saya tidak mengenalnya cukup baik untuk memperkenalkannya. Epstein jelas seorang penjahat, dan Zuckerberg bukan teman saya," tulis Musk.
Jeffrey Epstein Foto: BBC World |
Rencana ke Pulau Epstein
Rilis dokumen terbaru ini juga memuat email-email lain yang menunjukkan pembahasan soal properti Epstein, termasuk pulau pribadinya, ranch di New Mexico, dan apartemen di New York City.
Salah satu email dari tim Hoffman pada 2014 bahkan menyebutkan: "Reid will spend the night at 71st," yang merujuk pada townhouse Epstein di Upper East Side, Manhattan.
Temuan ini kembali memantik pertanyaan publik soal sejauh mana lingkaran elite Silicon Valley pernah berinteraksi dengan Epstein pasca-kasus hukumnya.
Hoffman menanggapi email-email yang baru terungkap ini melalui unggahan di platform X. Ia mengakui bahwa berinteraksi dengan Epstein setelah vonis hukumnya adalah kesalahan besar.
"Ya, berinteraksi dengan Epstein pasca-hukumannya adalah sesuatu yang sangat saya sesali," tulis Hoffman.
Ia juga menyerukan pembukaan penuh seluruh file Epstein demi keadilan bagi para korban.
Dokumen yang sama juga memperlihatkan pertukaran pesan antara Musk dan Epstein terkait kemungkinan kunjungan ke pulau Epstein-meskipun Musk menegaskan tidak pernah benar-benar pergi.
Melalui serangkaian unggahan di X akhir pekan lalu, Musk kembali menegaskan sikapnya.
"Saya tidak pernah menghadiri pesta Epstein apa pun dan berulang kali menyerukan penuntutan bagi mereka yang melakukan kejahatan bersama Epstein," tulisnya.
"Ujian keadilan bukanlah pelepasan file, melainkan penuntutan bagi mereka yang melakukan kejahatan keji bersama Epstein."
(afr/afr)


