Microsoft Prioritaskan Kesehatan Mental Karyawan

Microsoft Prioritaskan Kesehatan Mental Karyawan

Rachmatunnisa - detikInet
Jumat, 25 Sep 2020 11:00 WIB
Ilustrasi WFH
Microsoft Prioritaskan Kesehatan Mental Karyawan. Foto: Istimewa
Jakarta -

Microsoft meluncurkan serangkaian fitur baru yang dirancang untuk memprioritaskan kesejahteraan karyawan. Menurut raksasa software ini, kesehatan mental menjadi semakin penting di tengah situasi pandemi yang mengharuskan bekerja dari rumah.

Dikutip dari Tech Radar, Corporate VP Microsoft Ignite Jared Spataro menentang pandangan bahwa peran teknologi hanyalah untuk mendorong efisiensi yang lebih besar dan memeras keringat setiap staf.

"Sampai saat ini, teknologi difokuskan pada efisiensi, dan saya pikir itu sebuah kesalahan. Produktivitas berkelanjutan bukan hanya tentang efisiensi, karena setiap orang membutuhkan siklus kinerja dan siklus pemulihan," kata Spataro.

"Momen ini, dan masa depan kita, adalah tentang mendapatkan yang terbaik dari aset terpenting kita: karyawan kita. Di era digital baru ini, teknologi seharusnya tentang memperkuat kecerdasan manusia dan menyeimbangkan kebutuhan orang," sambungnya.

Memikirkan Kesehatan Mental

Meski traumatis bagi banyak bisnis, situasi pandemi tak selalu menjadi berita buruk yang menyangkut kesejahteraan karyawan. Fleksibilitas dalam bekerja yang lebih besar, sering dianggap sebagai keuntungan. Survei Microsoft mengklaim, 62% karyawan yang bekerja jarak jauh mengatakan mereka kini merasa lebih berempati terhadap rekan kerja.

Di sisi lain, pandemi juga menyebabkan peningkatan jam kerja yang signifikan dan perasaan terisolasi yang dapat berdampak negatif pada kesejahteraan karyawan, terutama mempengaruhi kesehatan mental.

Jam kerja yang lebih panjang meningkat sebesar 17% di Jepang, 25% di AS dan 45% di Australia. Lonjakan paling dramatis dalam penggunaan Microsoft Teams terjadi di luar jam kerja dan di akhir pekan. Hal ini memberikan gambaran jelas tentang norma kerja baru.

Dalam upaya menjaga kesejahteraan karyawan dalam situasi ini, Microsoft membuat sejumlah perubahan pada platform kolaborasi Microsoft Teams yang dirancang untuk memprioritaskan kesehatan mental daripada produktivitas.

Beberapa peningkatan lebih substansial dilakukan Microsoft pada platformnya tersebut, antara lain integrasi dengan aplikasi meditasi Headspace yang memungkinkan karyawan bermeditasi sejenak menenangkan pikiran.

Pada Microsoft Teams dibenamkan juga fitur check-in emosional untuk digunakan oleh manajer, dan opsi perjalanan virtual commute yang dapat digunakan staf untuk menandai berakhirnya jam bekerja mereka, sehingga menciptakan perbedaan yang jelas seperti mereka berangkat bekerja dan pulang dari kantor untuk berkumpul bersama keluarga.

Mulai Oktober, level manajer dan pimpinan akan mendapatkan akses ke dashboard yang didukung oleh MyAnalytics dan Workplace Analytics. Fungsi dari fitur ini adalah mengidentifikasi tren negatif, seperti rapat yang terlalu sering atau kelelahan.

Secara teori, fitur-fitur baru yang dirilis Microsoft ini akan membantu perusahaan dan para pemilik bisnis mengatasi masalah kesehatan mental sejak awal sebelum lepas kendali, dan melindungi kesejahteraan karyawan. Semoga saja demikian.



Simak Video "Mantap! Pegawai Microsoft Boleh WFH Selamanya"
[Gambas:Video 20detik]
(rns/fay)