Studi Ungkap Gangguan Mental yang Timbul Selama Pandemi COVID-19

Studi Ungkap Gangguan Mental yang Timbul Selama Pandemi COVID-19

Aisyah Kamaliah - detikInet
Jumat, 11 Sep 2020 08:30 WIB
ilustrasi wanita
Studi ungkap masalah psikologi yang muncul di tengah pandemi COVID-19. Foto: iStock
Jakarta -

Gangguan psikologis yang timbul selama pandemi COVID-19 adalah nyata adanya. Hal ini diungkapkan dari data Ikatan Psikolog Klinis Indonesia (IPK-Indonesia).

Mengacu pada rilis yang diterima detikINET, setidaknya ada empat masalah yang paling banyak ditemui ketika wabah yang disebabkan Sars-CoV-2 melanda. Data ini didapatkan dari 14.619 individu yang mendapatkan penanganan IPK-Indonesia.

"Empat masalah yang paling banyak ditemui adalah kesulitan belajar, kecemasan, stress, dan gangguan mood antara lain depresi. Hal ini selaras dengan temuan hasil kuesioner swaperiksa masyarakat yang dilakukan oleh Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia (PDSKJI) bahwa 57,6% yang melakukan swaperiksa teridentifikasi memiliki gejala depresi," tulis rilis tersebut.

Lebih lanjut, terdapat 58,9% pasien swaperiksa melaporkan memiliki pikiran kematian dan menyakiti diri sendiri, bahkan 15,4% di antaranya melaporkan bahwa mereka mengalaminya setiap hari.

Peningkatan kasus bunuh diri atau pikiran untuk mengakhiri hidup di masyarakat ini adalah hal yang tak bisa dianggap sepele. PDSKJI dan IPK-Indonesia pun menyatakan empat poin penting yang harus diingat.

1. Pikiran, niat atau tindakan bunuh diri mempunyai penyebab multidimensional, bio-psiko-sosial; bukan semata diakibatkan lemahnya keimanan seseorang.

2. Bunuh diri dapat dicegah. Pikiran tentang kematian dan menyakiti diri adalah masalah kesehatan jiwa yang perlu mendapatkan penanganan intensif dari psikiater dan psikolog klinis agar tak berujung pada tindakan bunuh diri.

3. Masyarakat perlu mengenali tanda-tanda kecenderungan individu melakukan upaya tindakan bunuh diri seperti ucapan, ide, niat mengakhiri hidup, penyebutan alat dan waktu untuk mengakhiri hidup. Segera cari bantuan terdekat apabila mengetahui ada individu yang mempunyai kecenderungan upaya tindakan bunuh diri.

4. Masyarakat perlu mempelajari dan memahami berbagai hal yang dapat melatarbelakangi permasalahan kesehatan jiwa dan penanggulangannya. Untuk itu PDSKJI dan IPK-Indonesia menyediakan diri untuk menjadi pendamping masyarakat untuk mewujudkan kesehatan mental masyarakat Indonesia.



Simak Video "Tambah 3.989, Total Kasus Positif Covid-19 di RI Jadi 244.676"
[Gambas:Video 20detik]
(ask/rns)