Serba Serbi Lengkap Soal Kuota Internet Gratis Kemendikbud

Serba Serbi Lengkap Soal Kuota Internet Gratis Kemendikbud

Tim - detikInet
Kamis, 24 Sep 2020 07:16 WIB
Siswa siswi menggunakan fasilitas WiFi gratis saat mengikuti kegiatan pembelajaran jarak jauh di balai warga RW 05 Kelurahan Kuningan Barat, Mampang Prapatan, Jakarta, Jumat (27/8/2020). WiFi gratis ini disediakan oleh swadaya warga RW 05 guna membantu anak-anak yang melakukan pembelajaran jarak jauh yang terkendala dengan kuota internet.
Belajar online di tengah pandemi. Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mulai menyalurkan bantuan kuota internet gratis dari pemerintah. Berikut adalah beberapa fakta soal bantuan untuk meringankan beban pelajar dan guru selama pandemi Corona:

1. Anggaran 9 Triliun

Informasi soal pemberian kuota internet gratis dari Kemendikbud ini pertama kali disampaikan Nadiem dalam raker bersama Komisi X DPR RI di kompleks Parlemen, Senayan, Kamis (27/8/2020). Subsidi kuota akan diberikan selama September-Desember 2020.

"Kami sudah mendapat persetujuan untuk anggaran sebesar Rp 9 triliun untuk tahun ini yang akan kami kerahkan untuk pulsa atau kuota data bagi siswa, guru, mahasiswa, dan dosen selama 3 sampai 4 bulan ke depan," kata Nadiem.

Dalam paparan yang ditampilkan saat rapat bersama Komisi X DPR, Nadiem berjanji memberikan bantuan anggaran Rp 7,2 triliun untuk subsidi kuota internet kepada siswa, guru, mahasiswa, dan dosen. Nadiem juga menyediakan tambahan penerima tunjangan sebesar Rp 1,7 triliun dari tunjangan guru, dosen, sampai guru besar.

"Kami juga sudah mengamankan tambahan penerima tunjangan profesi guru dan tenaga pendidikan dan tunjangan profesi, dosen dan tunjangan guru besar sebesar Rp 1,7 triliun. Jadi total ini sekitar Rp 9 triliun," ucapnya.

2. Proses Pengumpulan Data

Aturan pemberian kuota internet gratis ditetapkan dalam Surat Edaran Nomor 8202/C/PD/2020 tentang Program Pemberian Kuota Internet bagi Peserta Didik. Surat tersebut meminta pihak sekolah melengkapi data siswa, sehingga pemberian kuota internet untuk proses belajar bisa berjalan dengan baik.

"Menugaskan kepada seluruh kepala satuan pendidikan agar melengkapi nomor handphone untuk peserta didik yang aktif melalui aplikasi dapodik," tulis edaran tersebut, yang ditandatangani Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah Kemendikbud Jumeri.

Aplikasi Dapodik atau Data Pokok Pendidikan berisi informasi terkait guru, siswa, sekolah, dan tenaga pendidikan. Pemerintah menyatakan tenggat pengisian nomor handphone siswa dalam Dapodik adalah 11 September 2020.

Kuota internet gratis dari Kemendikbud nantinya akan dikirim langsung ke nomor handphone sesuai Dapodik. "Pemberian pulsa berdasarkan nomor handphone yang telah diinput dalam Dapodik," kata Jumeri seperti diberitakan detikcom pada Sabtu (29/8/2020).

Untuk mahasiswa, aturan pemberian kuota gratis tercantum dalam surat edaran nomor 821/E.E1/SP/2020. Kuota sebesar 50 GB diberikan berdasarkan data dalam Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PD Dikti). Dengan aturan tersebut, pihak perkuliahan diminta melakukan pembaruan data dengan batas akhir pada 11 September 2020.

"Kami sangat mengharapkan pimpinan PTN dan kepala lembaga layanan pendidikan tinggi mengawal pemutakhiran ini dengan sebaik mungkin agar bantuan kuota internet dapat dimanfaatkan dengan baik," tulis aturan tersebut yang ditandatangani Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Nizam.

Dengan aturan tersebut, siswa hanya akan mendapat kuota gratis Kemendikbud jika terdaftar dalam Dapodik. Untuk mahasiswa harus terdaftar dalam PD Dikti, yang merupakan pangkalan data milik pemerintah. Bagi yang mengharapkan kuota internet gratis, tidak ada salahnya mengecek nama lebih dulu dalam Dapodik atau PD Dikti.