Google Luluskan 219 Talenta Digital Lokal Lewat Program Bangkit

Google Luluskan 219 Talenta Digital Lokal Lewat Program Bangkit

Virgina Maulita Putri - detikInet
Rabu, 09 Sep 2020 15:46 WIB
Google, Google Indonesia, Ilustrasi Google Indonesia
Google Luluskan 219 Talenta Digital Lokal Lewat Program Bangkit (Foto: Agus Tri Haryanto/detikINET)
Jakarta -

Google kembali mengadakan program pelatihan digital untuk anak muda Indonesia. Meski sudah sering mengadakan pelatihan developer sebelumnya, program kali ini fokus untuk menghadirkan talenta digital berkualitas untuk diserap oleh perusahaan teknologi.

Program yang diberi nama Bangkit ini diikuti 300 peserta dan dimulai enam bulan yang lalu. Setelah mengikuti pelatihan intensif, hari ini Google mengumumkan kelulusan 219 peserta.

"Selama enam bulan, lulusan kami diminta untuk berpartisipasi aktif dalam 160 lokakarya interaktif, menerima masukan mengenai 36 tugas dan bekerja secara kolaboratif dalam proyek akhir," kata Senior Program Manager Education Google William Florance dalam acara kelulusan program Bangkit, Rabu (9/9/2020).

Peserta program Bangkit mengikuti kurikulum yang berbasis machine learning (ML). Tapi mereka juga dituntut untuk memperdalam soft skill mereka terutama dalam hal kepemimpinan, berpikir kritis, kolaborasi dan komunikasi.

Google awalnya merencanakan program ini untuk dilaksanakan secara online dan offline. Tapi di tengah jalan program ini harus dipindahkan secara online karena pandemi COVID-19.

Untuk mengadakan program ini, Google tidak sendiri. Mereka bekerjasama dengan unicorn dan decacorn lokal seperti Gojek, Tokopedia dan Traveloka untuk bersama-sama melatih peserta program. Google juga menggandeng Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta universitas ternama di Indonesia untuk menyusun kurikulum pelatihan.

Lulusan program Bangkit berasal dari latar belakang yang beragam. Lebih dari 50% lulusan berasal dari kota kecil dan pedesaan, dan kurang dari setengah yang memiliki pendidikan teknik informatika atau ilmu komputer. 26% di antaranya juga terdiri dari perempuan.

Setelah mengikuti program pelatihan, peserta diminta untuk menyelesaikan proyek akhir yang dikerjakan secara berkelompok. Setelah dinilai oleh ahli dari Google dan mitranya, dari 77 tim yang ada, empat tim terpilih sebagai proyek terbaik program Bangkit.

Keempat tim tersebut adalah Aksara Jawa dari Jakarta yang memanfaatkan ML untuk mengajarkan aksara Jawa, Distracted Driver Detector dari Yogyakarta yang menciptakan aplikasi yang membantu pengemudi tetap fokus saat berkendara, Ingredients Classification dari Bandung yang bisa mengenali bahan makanan dan merekomendasikan resep, serta Garbage Detection dari Bali yang menciptakan sistem untuk mengelompokkan dan mengolah sampah menggunakan ML.

Lulusan program Bangkit diajak mengikuti bursa kerja virtual yang diikuti 25 perusahaan yang menawarkan lebih dari 120 pekerjaan. Bahkan ada 41 lulusan yang lalu mendapat kesempatan kerja dan magang hanya sebulan setelah lulus.

Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Prof Nizam pun menyambut baik hasil program Google ini. Ia mengatakan program ini sangat membantu memenuhi kebutuhan talenta digital Indonesia yang diperkirakan akan tumbuh hingga 250.000 orang dalam lima tahun ke depan.

"Saya sangat berharap program Bangkit ini bisa kita scale up, bisa kit skalakan ke ukuran yang lebih besar sehingga kebutuhan 250.000 hingga 500.000 talenta digital untuk menjadi tulang punggung pertumbuhan ekonomi digital itu bisa kita penuhi, bisa segera kita isi



Simak Video "Rayakan Ultah ke-22, Google Tampilkan Doodle Pembatasan Sosial"
[Gambas:Video 20detik]
(vmp/fay)