Masa Pandemi, Transaksi Shopee di Q2-2020 Naik hingga 130%

Masa Pandemi, Transaksi Shopee di Q2-2020 Naik hingga 130%

Yudistira Imandiar - detikInet
Selasa, 01 Sep 2020 19:55 WIB
Shopee
Foto: detikINET/Agus Tri Haryanto
Jakarta -

Jumlah transaksi digital masyarakat Indonesia di masa pandemi COVID-19 meningkat cukup signifikan. Shopee sebagai salah satu platform e-commerce, mencatat kenaikan transaksi di Q2-2020 naik hingga 130% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Direktur Shopee Indonesia Handhika Jahja merinci, sepanjang Q2-2020, ada 260 juta transaksi di platform Shopee. Rata-rata, per harinya ada 2,8 juta transaksi yang dilakukan oleh pengguna Shopee.

"Peningkatan ini jadi indikator positif bagi industri digital atau industri e-commerce yang menjadi penyokong kebutuhan masyarakat selama pandemi dan untuk menggerakkan roda ekonomi di masa pandemi," sebut Handhika dalam acara Media Gathering Shopee 9.9 Super Shopping Day melalui Zoom Webinar, Selasa (1/9/2020).

Ia memandang, pandemi COVID-19 telah mendorong percepatan adopsi sistem digital dalam aktivitas berbelanja. Orang-orang yang sebelumnya telah bertransaksi lewat aplikasi digital meningkatkan intensitas penggunaannya, sedangkan orang yang sebelumnya belum menggunakan kini mulai memanfaatkan aplikasi digital untuk memenuhi kebutuhannya.

Lebih lanjut Handhika menjelaskan pihaknya juga merekam adanya perubahan tren perilaku belanja online. Di masa pandemi, semakin banyak konsumen yang berbelanja kebutuhan pokok, seperti sembako dan terjadi lonjakan pembelian peralatan olahraga maupun hobi yang dapat dilakukan di rumah.

"Garis besarnya ada dua, perubahan ke arah bahan bahan pokok yang tadinya beli di offline (beralih) ke e-commerce, satu lagi adalah perubahan habit-habit orang (sebelumnya) olahraga di luar kini olahraga di rumah," papar Handhika.

Handhika menambahkan, pihaknya juga telah bekerja sama dengan kementerian dan lembaga terkait dalam hal pengembangan UMKM. Program-program yang dijalankan berorientasi membawa para pelaku UMKM untuk mengembangkan bisnisnya dari kanal offline menjadi lebih luas lewat platform online.

"Kita juga ada program-program Shopee, baik itu dalam bentuk kampus Shopee yang ditujukan bagi penjual baru atau bimbingan yang lebih dekat lagi dari tim sales kami untuk membawa (usaha) offline ke online. Contohnya kita bekerja sama dengan Pasar Jaya DKI Jakarta membawa UMKM pasar-pasar ini untuk mencoba berjualan online," ungkap Handhika.

Menanggapi kenaikan transaksi di platform e-commerce, Menteri Perdagangan Agus Suparmanto menyatakan pandemi COVID-19 merupakan momentum yang mempercepat adaptasi teknologi di berbagai lini, termasuk perdagangan. Aktivitas perniagaan oleh Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui platform e-commerce berpotensi meningkatkan kinerja perdagangan Indonesia.

"Ke depan pendorong ekonomi Indonesia adalah teknologi dan pandemi COVID-19 mempercepat penggunaan teknologi dalam rangka roda ekonomi harus tetap berjalan," kata Agus.

Agus berpesan agar e-commerce juga dapat membantu program pemerintah dalam mengangkat kinerja UMKM. Caranya, dengan memberikan ruang promosi dan pemasaran bagi UMKM.

"Kami mengharapkan juga ecommerce dapat mendukung program pemerintah dengan menyediakan ruang promosi produk dalam negeri mengutamakan produk dalam negeri serta juga meningkatkan daya saing pelaku UMKM," ujar Agus.



Simak Video "Pengalaman Anya Geraldine Pakai Uang Elektronik di Masa Pandemi"
[Gambas:Video 20detik]
(akn/fay)