Facebook Hapus 7 Juta Postingan Sesat tentang COVID-19

Facebook Hapus 7 Juta Postingan Sesat tentang COVID-19

Rachmatunnisa - detikInet
Rabu, 12 Agu 2020 12:30 WIB
1248769314
Ilustrasi pandemi COVID-19. Foto: Miguel Schincariol/Getty Images
Jakarta -

Facebook menghapus 7 juta postingan disinformasi tentang COVID-19 di platformnya. Postingan menyesatkan yang dihapus ini berasal dari Facebook dan Instagram pada rentang waktu April hingga Juni 2020.

Dikutip dari Washington Post, Facebook juga memberikan label peringatan pada 98 juta postingan lainnya tentang COVID-19 di Facebook selama periode tersebut. Postingan-postingan yang dilabeli ini dianggap berpotensi menyesatkan tetapi tidak cukup berbahaya sehingga tidak sampai dihapus.

Seperti diketahui, Facebook dan sesama layanan media sosial besar lain seperti YouTube dan Twitter kerepotan menangani postinga yang tentang obat palsu atau spekulasi tentang pandemi yang membanjiri internet sejak virus Corona merebak.

Facebook pun memberlakukan kebijakan untuk mencoba mengatur postingan terkait COVID-19. Namun tim moderasi mereka yang memantau postingan semacam itu juga kewalahan karena kantor Facebook masih ditutup sehingga mereka mengerjakan semuanya dari rumah.

Facebook juga mengerahkan teknologi kecerdasan buatannya untuk membantu dalam pekerjaan ini. Raksasa jejaring sosial ini mengklaim adanya peningkatan dalam hal jumlah postingan yang dihapus karena melanggar kebijakan, termasuk yang terkait disinformasi tentang virus Corona.

Meski dengan segala kerja keras tersebut, tim moderator konten yang ribuan banyaknya itu tetap kewalahan. Akan selalu ada konten yang berhasil lolos dan menyebar di media sosial.

Mei lalu misalnya, Facebook dan YouTube kecolongan membiarkan video 'Plandemic' beredar. Walaupun sudah dihapus, video teori konspirasi tentang penyebaran virus Corona ini terlanjur ditonton jutaan kali.

Facebook juga menghapus postingan Presiden AS Donald Trump yang dianggap disinformasi tentang virus Corona pada awal Agustus. Ini adalah pertama kalinya Facebook menghapus postingan Presiden karena dianggap melanggar kebijakannya.

Twitter juga memblokir salah satu video Trump di situsnya dan meminta akun kampanye Trump 2020 menghapus tweet yang menampilkan video disinformasi tersebut.



Simak Video "Konten Spiritual Jadi yang Paling Banyak Dicari di Facebook"
[Gambas:Video 20detik]
(rns/rns)