Curi Rahasia Mobil Otonom, Mantan Teknisi Google Dibui

Curi Rahasia Mobil Otonom, Mantan Teknisi Google Dibui

Rachmatunnisa - detikInet
Rabu, 12 Agu 2020 05:22 WIB
Anthony Levandowski
Anthony Levandowski. Foto: The Verge
Jakarta -

Anthony Levandowski, engineer yang pernah bekerja di divisi mobil otonom Waymo Google dan menyeberang ke Uber, dijatuhi hukuman 18 bulan penjara karena mencuri rahasia dagang Google terkait mobil otonom.

Perjalanan kasus Levandowski terbilang cukup panjang, yakni sejak 2017. Kasus ini juga menandai ketatnya persaingan di dunia mobil otonom.

Kasus ini berawal dari ketika Levandowski, menerapkan teknologi Waymo, mobil otonom Google, di Otto, mobil otonom milik Uber. Sebelumnya, Levandowski memang bekerja sebagai teknisi mobil otonom di Google.

Levandowski adalah salah satu anggota tim mobil otonom yang paling awal, dan Google memberikan insentif besar untuk para engineernya termasuk Levandowski untuk mengubah masa depan transportasi.

Setelah meninggalkan Google pada Januari 2016, ditemukan teknologi Google di Uber enam bulan kemudian, yaitu teknologi truk otonom Otto. Google pun mengajukan gugatan.

Sebagai bagian dari gugatan yang diajukannya, Google menyebutkan bahwa Levandowski mengunduh lebih dari 14.000 dokumen dari laptop Google tentang program mobil tanpa sopir Waymo, dan teknologi ini kemudian diterapkan di Otto.

Perselisihan paten ini bahkan menyebabkan Levandowski yang kemudian menjabat sebagai bos unit mobil otonom Uber mengajukan kebangkrutan setelah kalah melawan Google di pengadilan.

Dalam putusan pengadilan, Levandowski diharuskan membayar UDS 179 juta ke Google untuk mengakhiri perselisihan paten antara dia dan Alphabet (induk Google).

Dikutip dari The Verge, Rabu (12/8/2020) Levandowski awalnya dijatuhi hukuman Maret lalu. Kantor Kejaksaan Negeri AS merekomendasikan hukuman 27 bulan. Namun kemudian, Hakim William Alsup menjatuhi hukuman yang lebih ringan yakni 18 bulan penjara. Namun penahanan akan dilakukan setelah pandemi COVID-19 mereda.

"Tiga setengah tahun terakhir ini telah memaksa saya untuk menerima apa yang saya lakukan. Saya ingin menggunakan waktu ini untuk meminta maaf kepada kolega saya di Google karena mengkhianati kepercayaan mereka, dan kepada seluruh keluarga saya atas harga yang telah mereka bayar atas tindakan saya," kata Levandowski.

Menanggapi berakhirnya kasus ini, juru bicara Waymo Google mengatakan pencurian rahasia dagang teknologi mobil otonom oleh Levandowski telah sangat mengganggu dan berbahaya bagi Waymo.

"Ini merupakan pengkhianatan, dan dampaknya kemungkinan akan lebih parah jika tidak terdeteksi," kata juru bicara tersebut.



Simak Video "Rayakan Ultah ke-22, Google Tampilkan Doodle Pembatasan Sosial"
[Gambas:Video 20detik]
(rns/fay)