Kamis, 05 Mar 2020 12:06 WIB

Kalah Lawan Google, Mantan Bos Uber Bangkrut

Anggoro Suryo Jati - detikInet
Mobil Waymo Ilustrasi Waymo. Foto: Response
Jakarta -

Mantan bos unit mobil otonom Uber Anthony Levandowski mengajukan kebangkrutan setelah kalah melawan Google di pengadilan.

Dalam putusan pengadilan, Levandowski diharuskan membayar UDS 179 juta ke Google untuk mengakhiri perselisihan paten antara dia dan Alphabet -- induk Google, demikian dikutip detikINET dari Reuters, Kamis (5/3/2020).

Levandowski, yang juga mantan engineer utama di proyek mobil otonom Google, bersama rekannya yang bernama Lion Ron dianggap melanggar peraturan setelah ia membuat startup yang bisnisnya mirip, dan juga mengajak pegawai Google lain untuk pindah ke perusahaannya itu.

Startup yang dibangun Levandowski itu kemudian diakuisisi oleh Uber. Namun kemudian masalah berlanjut setelah Levandowski digugat karena mencuri rahasia perusahaan milik Google.

Setelah kalah di pengadilan, Levandowski pun mengajukan kebangkrutan, yang membuatnya bisa bernegosiasi cara membayar utangnya. Saat ini ia diperkirakan mempunyai aset yang nilainya berkisar antara USD 50 juta - USD 100 juta. Namun, ia punya liabilitas yang nilainya jauh lebih besar, antara USD 100 juta sampai USD 500 juta.

Nasib Levandowski ini hampir sama dengan Ron, rekannya yang juga meninggalkan Google dan membangun startup tersebut bersama Levandowski. Ron saat ini masih bekerja di Uber, dan berdamai dengan Google setelah ia membayar uang ganti rugi sebesar USD 9,7 juta. Menurut Waymo, unit mobil otonom Alphabet, uang ganti rugi itu dibayar oleh Uber.

"Kami akan terus mengambil langkah yang dibutuhkan untuk memastikan informasi rahasia kami terlindungi," ujar Waymo dalam keterangan resminya.

Baik Uber maupun Levandowski menolak berkomentar mengenai masalah ini.



Simak Video "Google Akui Orang Indonesia Doyan Ngobrol dengan Asistennya"
[Gambas:Video 20detik]
(asj/asj)