Elon Musk Dikritik karena Sebut Piramida Dibangun Alien

Elon Musk Dikritik karena Sebut Piramida Dibangun Alien

Virgina Maulita Putri - detikInet
Senin, 03 Agu 2020 12:19 WIB
Tesla and SpaceX Chief Executive Officer Elon Musk hugs his brother Kimbal Musk during an event at the Vehicle Assembly Building on Saturday, May 23, 2020, at NASAs Kennedy Space Center in Cape Canaveral, Fla. The event occurred after a rocket ship designed and built by SpaceX lifted off on Saturday with two Americans on a history-making flight to the International Space Station. House Minority Leader Kevin McCarthy of Calif., applauds at right. (AP Photo/Alex Brandon)
Elon Musk Dikritik karena Sebut Piramida Dibangun Alien Foto: AP/Alex Brandon
Jakarta -

CEO SpaceX dan Tesla Elon Musk kembali membuat kontroversi lewat cuitannya di Twitter. Kali ini ia mengatakan kalau piramida dulunya dibangun oleh alien.

Cuitan tersebut dibuat Musk pada Jumat, 31 Agustus yang lalu. Saat ini cuitan tersebut telah di-retweet lebih dari 86 ribu kali dan disukai lebih 542 ribu kali.

Tidak diketahui apakah Musk serius atau hanya bergurau. Tapi topik soal piramida dibangun oleh alien merupakan salah satu teori konspirasi yang banyak dipercaya.

Setelah cuitannya itu ramai dibicarakan, Musk langsung dihujani kritik. Menteri Kerjasama Internasional Mesir Rania al-Mashat bahkan sampai mengundang Musk untuk mengunjungi Mesir agar bisa belajar lebih banyak tentang sejarah piramida.

"Saya mengikuti pekerjaan Anda dengan penuh kekaguman. Saya mengundang Anda dan SpaceX untuk mengeksplorasi tulisan tentang bagaimana piramida dibangun dan juga melihat makam pembangun piramida. Tuan Musk, kami menunggumu," kata al-Mashar dalam cuitannya kepada Musk seperti dikutip detikINET dari BBC, Senin (3/8/2020).

Kritik juga datang dari pengguna Twitter Yaaseen Barnes. Dalam cuitannya, Barnes mengatakan orang kulit putih lebih mudah percaya bahwa piramida dibangun oleh alien daripada orang Afrika.

Ahli arkeologi Mesir Zahi Hawaas juga merespons cuitan Musk lewat video pendek yang diunggah di media sosial. Hawaas mengatakan argumen Musk adalah halusinasi.

"Saya menemukan makam pembangun piramida yang menjelaskan kepada orang-orang bahwa pembangun piramida adalah orang Mesir dan mereka bukan budak," kata Hawaas.

Melihat cuitannya berbuah kontroversi, Musk langsung mengubah pandangannya. Pria berusia 49 tahun ini sepertinya langsung mempelajari sejarah piramida dan mengunggah tautan ke artikel dari BBC History tentang kehidupan pembangun piramida.

"Artikel BBC ini memberikan ringkasan yang masuk akal tentang bagaimana hal ini dibangun," tulis Musk dalam cuitannya.


Beberapa hari setelahnya Musk tidak lagi mengunggah cuitan soal piramida. Pada hari Minggu, pikirannya sudah dialihkan dengan proses pendaratan dua astronaut NASA menggunakan kapsul Crew Dragon buatan SpaceX yang berhasil menutup misi uji coba Demo-2 dengan sukses.



Simak Video "Momen Lucu Ketika Elon Musk Lupa Nama Anaknya yang Rumit"
[Gambas:Video 20detik]
(vmp/fay)