Facebook Ingin Bantu UMKM yang Terpukul Pandemi, Caranya?

Facebook Ingin Bantu UMKM yang Terpukul Pandemi, Caranya?

Rachmatunnisa - detikInet
Kamis, 23 Jul 2020 17:20 WIB
Ilustrasi Facebook
Facebook Ingin Bantu UMKM yang Terpukul Pandemi. Foto: Reuters
Jakarta -

Facebook ingin memudahkan usaha mikro kecil menengah (UMKM) melakukan aktivitas jual beli di platformnya, untuk sedikit mengurangi dampak dari pandemi COVID-19.

Bekerja sama dengan Bank Dunia dan Organisasi Kerjasama dan Pembangunan Ekonomi (OECD), Facebook melakukan survei selama enam bulan ke depan.

Kepala Kebijakan Publik Facebook Indonesia Ruben Hattari menyebutkan, survei ini digunakan untuk melihat bagaimana pelaku bisnis kecil melakukan penyesuaian dalam menghadapi krisis.

Dari survei tersebut, terungkap sejumlah fakta yang cukup mengkhawatirkan, antara lain 50% pelaku UMKM di Indonesia yang berada di platform Facebook telah mengurangi jumlah karyawan sebagai dampak dari pandemi COVID-19.

Dari sisi pendapatan, para pelaku UMKM ini juga terkena dampaknya. Survei mengungkapkan, 53% bisnis UMKM di Indonesia yang berada di platform Facebook melaporkan penjualan mereka dalam 30 hari terakhir lebih rendah dari tahun sebelumnya pada periode yang sama.

Survei ini juga mengungkapkan, 85% pelaku UKM yang dimiliki perempuan di Facebook (dibandingkan dengan 81% bisnis UKM yang dimiliki oleh laki-laki) mampu menghasilkan pemasukan.

"Di atas platform Facebook, kami memberikan kesempatan yang sama kepada semua orang untuk tumbuh melalui bisnis dan mendapatkan hubungan yang bermakna dengan lebih banyak orang," kata Ruben dalam konferensi pers secara live streaming, Kamis (23/7/2020).

Dikatakan Ruben, masih banyak tantangan yang harus dihadapi oleh para pelaku UMKM di masa yang penuh tantangan ini, salah satunya adalah bagaimana mereka mempertahankan arus kas. Survei Facebook menunjukkan, 15% pelaku UMKM di Indonesia mengaku bahwa pengaturan arus kas akan menjadi tantangan berat dalam beberapa bulan ke depan.

Sebagai pemilik platform, Facebook berupaya meningkatkan aktivitas jual beli agar para pelaku UMKM dan orang-orang yang menggunakan layanannya mendapatkan pengalaman lebih nyaman ketika melakukan jual-beli, memudahkan pelaku UMKM berjualan, dan lebih aman bagi semua orang yang terlibat dalam proses jual-beli tersebut.

Deputi IV Ekonomi Digital, Ketenagakerjaan, dan UMKM, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Mohammad Rudy Salahuddin yang turut hadir dalam konferensi pers virtual menyebutkan kata kunci dari semua ini adalah transformasi.

"Bagaimana kita bisa mentransformasikan usaha yang terpuruk menjadi lebih baik lagi, atau dari yang konvensional jadi digital. Ini adalah suatu momen kita untuk bangkit," sebutnya.

Rudy mengatakan, pemerintah membantu dari segi permodalan, modal kerja dan sebagainya, agar para pelaku UMKM bisa kembali menjalankan usahanya dengan baik.

"Kolaborasi pemerintah dengan swasta pun khususnya untuk digital platform terus ditingkatkan supaya para pelaku UMKM ini bisa kita bina dan ditingkatkan agar mereka naik kelas," ujarnya.

Sementara itu, Ruben mengakui bahwa dari survei yang dilakukan Facebook ada data yang cukup menyeramkan, tapi banyak juga aspek yang cukup positif yang dapat diambil hikmahnya.

"Apapun angkanya, perjalanan menuju recovery ini bukan jalan yang gampang. Semua akan bisa dilalui jika semua pemangku kepentingan, platform, UMKM, pemerintah bisa berkolaborasi. Tantangan tetap ada, tapi saya percaya kita bisa lalui bersama dan UMKM akan semakin kuat dan lihai menghadapi tantangan di masa depan," tutupnya.



Simak Video "Mark Zuckerberg Selancar Pakai Sunscreen Tebal, Netizen: Mirip Joker!"
[Gambas:Video 20detik]
(rns/fay)