Facebook Hapus Grup Anti Masker dengan 9.600 Anggota

Facebook Hapus Grup Anti Masker dengan 9.600 Anggota

Josina - detikInet
Rabu, 22 Jul 2020 17:11 WIB
Ilustrasi Google, ilustrasi YouTube, dan ilustrasi Facebook
Grup Anti Masker Dengan 9.600 Anggota Dihapus Facebook. (Foto: Andhika Prasetia)
Jakarta -

Selain kelompok anti vaksin, kelompok anti masker juga bikin ulah dan membuat penanganan pandemi virus Corona menjadi semakin susah. Facebook pun harus bersih-bersih grup anti masker.

Facebook dilaporkan telah menghapus grup 'Unmasking America' dengan lebih dari 9,600 anggota. Grup ini dihapus setelah salah satu situs berita The Verge menghubungi pihak Facebook untuk meminta tanggapan soal grup ini karena telah menyebarkan informasi yang menyesatkan soal COVID-19.

Grup ini melakukan aktivitas kelompok yang menyesatkan seperti menentang penggunaan masker wajah, menyebarkan mitos sesat, serta dengan lantang mengajak orang-orang untuk sepenuhnya mengabaikan tindakan medis di tengah pandemi COVID-19.

"Kami memiliki kebijakan yang jelas untuk tidak mempromosikan informasi yang salah tentang COVID 19 dan telah menghapus Grup ini sementara kami meninjau yang lain," kata juru bicara Facebook Dami Oyefeso yang dilansir detiKINET dari Mashable, Rabu (22/7/2020).

Selain grup ' Unmasking America!', masih grup-grup lain di Facebook yang anti menggunakan masker seperti 'NO MAS (K)' dengan memiliki lebih dari 3.400 anggota dan 'Anti-Maskers' dengan lebih dari 1.700.

The Verge juga mencatat grup Facebook 'Million Unmasked March' juga masih aktif dengan hampir 8.000 anggota.

Terlebih lagi, grup tersebut mengadakan sebuah unjuk rasa di mana orang-orang akan berkumpul di tempat terbuka dalam jumlah besar, hal ini pun bertentangan dengan anjuran tenaga medis agar orang-orang tidak lakukan hal tersebut di mana untuk menghindari kerumunan.

Dengan informasi yang salah seputar penggunaan masker telah marak terjadi baik di dunia online maupun offline serta adanya kampanye anti-masker yang mengklaim akan mengurangi kadar oksigen dan kebebasan pribadi orang.

Argumen semacam itu telah terus berulang kali, meski sudah dibantah oleh para ahli medis, namun tetap saja informasi tersebut dengan sumber tidak akurat ini terus beredar.



Simak Video "Aturan Pembatasan Keluar-Masuk Kota Makassar Diperpanjang!"
[Gambas:Video 20detik]
(jsn/fay)