Netizen Kenang Sapardi Djoko Damono

Netizen Kenang Sapardi Djoko Damono

Anggoro Suryo Jati - detikInet
Minggu, 19 Jul 2020 10:41 WIB
Sapardi Djoko Damono
Sapardi Djoko Damono Foto: Gramedia Pustaka Utama/ Istimewa
Jakarta -

Kabar duka datang dunia sastra Indonesia setelah Sapardi Djoko Damono meninggal dunia. Netizen pun mengenang kepergian Pak Sapardi.

Netizen mengenang kepergian Sapardi Djoko Damono yang merupakan penulis Hujan di Bulan Juni Tersebut. Mereka Sapardi Djoko Damono dan karya-karyanya populer

"rest in peace, pak sapardi. thank you so much for giving us your beautiful words," tulis @lostradar


"Selamat Jalan Pak Sapardi Djoko Damono.. Terima kasih sudah menjadi guru, mengajari banyak hal melalui karyamu. Karya2mu menemani banyak waktu ku.. Selamat istirahat Pak.. tenang damai disana... Doaku mengiringi..," tulis Maudy Koesnaedi lewat akun @mpokmod.

Kabar meninggalnya penulis Hujan di Bulan Juni ini detikcom terima lewat pesan singkat yang sampai pada redaksi.

"Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un
Telah meninggal dunia sastrawan besar Indonesia, Prof. Dr. Sapardi Djoko Damono," bunyi pesan duka tersebut.

Dalam keterangan pesan tersebut, Sapardi Djoko Damono meninggal dunia di Eka Hospital, BSD. Sang sastrawan meninggal pada Minggu (19/7/2020) di Eka Hospital BSD, Tangerang Selatan pada hari ini 19 Juli 2020, pukul 09.17 WIB.

Semasa hidupnya, Sapardi Djoko Damono dikenal sebagai penulis puisi terkemuka Tanah Air. Ia menerima penghargaan di antaranya penghargaan penulisan SEA-write yang digagas ASEAN juga karya-karya musiknya yang dimusikalisasi oleh sejumlah arranger dan musisi.

Sapardi Djoko Damono meninggal dunia di usia 80 tahun, dan kesehatannya diketahui menurun selama sebulan belakangan. Seminggu yang lalu Sapardi Djoko Damono kembali masuk ke rumah sakit. Fungsi organ tubuh yang menurun dan faktor usia juga menjadi salah satu alasannya.



Simak Video "Sapardi Djoko Damono Ingin Puisi Kian Populer Lewat Musikalisasi Puisi"
[Gambas:Video 20detik]
(asj/asj)