Curhatan Guru soal Tantangan Belajar Online di Masa New Normal

Gadget Untuk Sekolah

Curhatan Guru soal Tantangan Belajar Online di Masa New Normal

Aisyah Kamaliah - detikInet
Senin, 13 Jul 2020 17:57 WIB
Telkomsel kerja sama dengan Ruangguru dengan menggratiskan layanan belajar online.
Belajar menggunakan ruangguru. Foto: Telkomsel
Jakarta -

Sekolah hari pertama tentunya tidak mudah karena belajar online. Tapi setelah adanya masa transisi di tengah pandemi COVID-19, digitalisasi menjadi lebih cepat. Para guru pun membagikan kisah mereka dalam 'Smart School Webinar: Strategi Pembelajaran Jarak Jauh Efektif dan Anti-Bosan bersama ruangkelas'.

Demi Pristifona seorang guru kelas 4 di SDN 6 Sumberpucung, Kabupaten Malang, menceritakan bahwa selama hampir empat bulan belajar secara online ternyata cukup menjadi tantangan hebat.

"Bagi kami shock therapy karena saya background knowledge IT-nya rendah sekali, guru berlatih aplikasi dan mengakomodir pembelajaran anak via online," ujarnya di Youtube, Senin (13/7/2020).

Guru juga harus memiikirkan bagaimana anak terlibat berkomunikasi atau diskusi walau sedang pengajaran jarak jauh (PJJ). Termasuk juga bagaimana anak bisa mengatur dirinya dan membuat dirinya memiliki self motivation guna dapat berkarya.

"Kami butuh wadah, selama ini kita beralih Zoom, kemudian pakai evaluasi Google Form, anak butuh waktu belajar sehingga tidak terintegrasi dalam satu. Harapan kami bisa mengakomodir kebutuhan guru terutama yang background IT-nya minim. Selain itu, tetap ada mengarakter. Kalau ruangguru bisa berbau high order thinking, itu bagus," sambung Demi.

Ia pun melakukan pembelajaran dengan dua strategi, di mana guru bisa mengakomodir anak yang mampu akses internet dan aplikasi dan serta memfasilitasi siswa yang tidak punya WhatsApp atau kuota internet.

Ni Luh Ayu Nitya Laksmi dari SDN 1 Dajan Peken, Kabupaten Tabanan mengatakan setidaknya ada tiga kendala yang dihadapi guru selama melakukan belajar online di masa transisi.

"Pertama, ketidaksiapan guru dan siswa dalam PJJ. Dari konvensional harus semua memakai gawai, akses internet, ada perubahan pola yang tidak siap dan jadi masalah," tuturnya.

Selanjutnya adalah perubahan mendadak yang membuat guru dan siswa harus belajar beradaptasi. Ketiga, ini diperparah dengan kurangnya literasi untuk menguasai internet dan aplikasi yang digunakan.

"Di sekolah, kita jarang pakai gawai karena siswa tidak boleh pakai gawai. Nah sekarang mereka pakai gawai untuk belajar, bukan untuk bermain. Ini berlaku juga bagus semua guru dan siswa," kata Laksmi.

Tantangan selanjutnya adalah penggunaan internet yang boros membuat anak-anak kesulitan mengikuti pelajaran.

"Siswa akan boros kuota. Anak kebanyakan pakai paket medsos kita bawa ke medsos seperti Intagram itu kan ada fitur quiz dan berlaku selama 24 jam. Anak yang mau menjawab bisa ke IG bu guru, nanti ibu lihat siapa paling cepat dan tepat. Kita pakai medsos yang tidak banyak menghabiskan kuota," imbuh Laksmi.

Selain itu penggunaan kombinasi lewat Whatsaap Group atau Google Classroom juga digunakan. Selain itu, SD tempat Laksmi mengajar juga memakai fitur ruang belajar ruangguru, dan terkadang meminta murid mengunggah hasil video belajar di Facebook.

"Youtube juga kami manfaatkan, jadi dalam keterbatasan ini kita coba manfaatkan jadi saya dan murid juga bisa belajar," tandasnya.

Wah, guru-guru zaman sekarang harus super kreatif ya. Coba Bapak Ibu Guru boleh lho berbagi tips belajar online di kolom komentar!



Simak Video "Nicholas Saputra Didapuk Jadi Duta Belajar Ruangguru"
[Gambas:Video 20detik]
(ask/fay)