Gojek Ajak Mitra Usaha Diet Kantong Plastik Sekali Pakai

Gojek Ajak Mitra Usaha Diet Kantong Plastik Sekali Pakai

Faidah Umu Safuroh - detikInet
Kamis, 09 Jul 2020 23:00 WIB
Gojek
Foto: Dok. Gojek
Jakarta -

Mulai 1 Juli 2020, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengeluarkan larangan penggunaan kantong plastik sekali pakai di pusat perbelanjaan, toko swalayan, dan pasar tradisional di wilayah Jakarta. Hal tersebut tertuang dalam Peraturan Gubernur Nomor 142 Tahun 2019 tentang Kewajiban Penggunaan Kantong Belanja Ramah Lingkungan Pada Pusat Perbelanjaan, Toko Swalayan, dan Pasar Rakyat.

"Kami mengimbau ke warga, ke kita semua, mulai 1 Juli kalau berbelanja membawa kantong belanja sendiri yang ramah lingkungan, yang bisa digunakan kembali," ujar Kepala Dinas Lingkungan Hidup (LH) DKI Jakarta Andono Warih, baru-baru ini.

Gojek melalui salah satu layanannya, GoFresh, turut memfasilitasi para mitra usahanya untuk lebih ramah terhadap lingkungan. GoFresh adalah layanan marketplace di mana pelanggan dapat mengakses bahan pokok dengan berbagai kemudahan serta harga terjangkau. Saat ini, layanan GoFresh menyediakan tas berbahan kertas (paper bag) yang dapat dipesan oleh mitra usaha GoFood agar dapat tetap menjalankan bisnis sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Andono melanjutkan, implementasi peraturan ini tentu dapat diwujudkan dengan adanya kolaborasi dan kontribusi aktif seluruh lapisan masyarakat. Pihaknya pun mengapresiasi inisiatif Gojek yang menyediakan kantong kertas untuk merchant GoFood melalui marketplace GoFresh dan reusable bag di layanan GoMart.

"Inisiatif ini memberikan kemudahan ekosistem Gojek untuk mendapatkan Kantong Belanja Ramah Lingkungan (KBRL), Kami berharap Gojek beserta seluruh ekosistem dapat terus menjadi pelopor lingkungan dan contoh bagi masyarakat lainnya," lanjutnya.

Sementara, bagi pelanggan yang ingin membeli kebutuhan sehari-hari lewat layanan GoMart akan otomatis dikenakan biaya sebesar Rp 4.000 untuk mendapatkan kantong belanja ramah lingkungan yang bisa dipakai ulang (reusable). Adapun hal ini sesuai dengan kebijakan mitra GoMart yakni Alfamart yang berada di Jakarta, Bogor, Depok, Bekasi, Bali, dan Semarang.

"Sebagai bagian dari ekosistem Gojek, penting bagi GoFood untuk ikut mendorong terwujudnya ekosistem bisnis yang ramah lingkungan. Untuk bisa menciptakan upaya yang berkelanjutan, kami membutuhkan komitmen bersama dari seluruh pihak di ekosistem kami, seperti konsumen, merchant, dan mitra driver. Dengan semangat karya anak bangsa yang terus mencari solusi dan percaya bahwa #PastiAdaJalan untuk beralih ke gaya hidup ramah lingkungan," ujar Chief Food Officer Gojek Group Catherine Hindra Sutjahyo.

Gojek sendiri merupakan pelopor inisiatif ramah lingkungan bagi industri sejenis lewat inisiatif GoGreener yang peluncurannya didukung oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dan Dinas Lingkungan Hidup Daerah. Layanan GoFood sendiri, sebelumnya di tahun 2019 telah diterapkan upaya mengurangi penggunaan plastik sekali pakai melalui inisiatif GoGreener dengan dua program utama. Pertama, yaitu dengan menyediakan pilihan untuk tidak menyertakan alat makan sekali pakai dalam pemesanan makanan dimana GoFood sudah menyelamatkan lebih dari 7,4 ton sampah alat makan plastik dari program ini.

Kedua dengan mengedukasi mitra driver agar membawa tas guna ulang sendiri saat mengantarkan makanan dan minuman, serta mengurangi penggunaan kantong plastik. Melalui inisiatif GoGreener, GoFood juga secara aktif memberikan edukasi kepada mitra dan pelanggan. Hal ini dilakukan dengan berbagai kerjasama, antara lain pelanggan bekerja sama dengan organisasi lingkungan Gerakan Indonesia Diet Kantong Plastik (GIDKP), mitra merchant bekerja sama dengan organisasi lingkungan PlastikDetox, dan mitra driver bekerja sama dengan WWF Indonesia.

Direktur Gerakan Indonesia Diet Kantong Plastik, Tiza Mafira, yang juga bekerja sama dengan Gojek dalam mengurangi penggunaan plastik mendukung langkah yang telah dilakukan oleh Gojek.

Menurutnya, program Gojek mengurangi penggunaan plastik melalui tas driver dan paper bag ini baik untuk dilakukan. Ia mengatakan penggunaan tas pada driver bagus karena tas tersebut reusable. Sedangkan penggunaan paper bag berbayar juga jadi langkah yang patut untuk diteruskan.

"Saya mendukung dua inisiatif Gojek untuk menyediakan tas reusable untuk driver dan penjualan paper bag untuk para merchant GoFood karena ini adalah inisiatif yang bagus. Tidak seperti plastik, paper bag (kertas coklat) itu relatif bisa didaur ulang dan dikompos," ujar Tiza.

Selain melalui inisiatif GoGreener, sebelum pandemi GoFood juga aktif memberikan edukasi kepada mitra dan pelanggan. Hal ini dilakukan dengan berbagai kerja sama, antara lain pelanggan bekerja sama dengan organisasi lingkungan GDIKP, mitra merchant bekerja sama dengan organisasi lingkungan PlastikDetox, dan mitra driver bekerja sama dengan WWF Indonesia.



Simak Video "Telkom Buka Suara Terkait Kabar Investasi ke Gojek"
[Gambas:Video 20detik]
(akn/fay)