TikTok Bersiap Hengkang dari Hong Kong, Ada Apa?

TikTok Bersiap Hengkang dari Hong Kong, Ada Apa?

Virgina Maulita Putri - detikInet
Selasa, 07 Jul 2020 16:41 WIB
TikTok Bantah Tuduhan Bagikan Data Pengguna India ke Pemerintah Cina
TikTok Bersiap Hengkang dari Hong Kong, Ada Apa? Foto: DW (News)
Jakarta -

TikTok baru saja mengumumkan rencananya untuk menghentikan operasinya di Hong Kong dalam hitungan hari. Nantinya TikTok akan menarik aplikasinya dari Apple App Store dan Google Play Store di wilayah semi-otonom tersebut.

Keputusan ini diambil TikTok setelah pemerintah China menerapkan hukum keamanan nasional baru yang dikhawatirkan bisa membatasi kebebasan berpendapat.

"Melihat peristiwa baru-baru ini, kami telah memutuskan untuk menghentikan operasi aplikasi TikTok di Hong Kong," kata juru bicara TikTok kepada Reuters, dikutip detikINET dari Cnet, Selasa (7/7/2020).

Hukum baru ini, yang mulai diterapkan pada minggu lalu, mengkriminalisasi tindakan seperti aksi subversif, pembentukan organisasi dan aktivitas teroris dan kolusi dengan negara lain. Aksi teroris yang dimaksud mencakup pembakaran dan perusakan transportasi umum.

TikTok merupakan layanan video pendek yang dimiliki ByteDance, perusahaan teknologi raksasa asal China. TikTok selalu membantah tuduhan yang menyebut mereka membagikan data pengguna dengan pemerintah China, tapi hukum baru ini bisa melemahkan argumen tersebut jika TikTok tetap beroperasi di kota tersebut.

Menanggapi hukum baru ini, beberapa raksasa teknologi, termasuk Facebook dan Twitter, memutuskan mereka akan berhenti memproses permintaan pemerintah Hong Kong terhadap data milik pengguna. Pemerintah dari berbagai negara, termasuk Hong Kong, memang sering meminta akses terhadap data pengguna untuk urusan penegakan hukum.

Tapi pengamat mengkhawatirkan hukum baru ini akan memaksa perusahaan teknologi yang berbisnis di Hong Kong untuk memberikan data milik pengguna kepada pemerintah China sekaligus mengikuti permintaan sensor.

Undang-undang baru ini juga memaksa aktivis dan penulis untuk menghapus akun media sosial mereka untuk menghindari jika pemerintah menilai tulisan mereka dianggap subversif.

TikTok sendiri terus menjadi perhatian banyak negara terkait hubungannya dengan pemerintah China. Baru-baru ini India memblokir TikTok dan 58 aplikasi asal China lainnya karena hubungan kedua negara yang terus memanas.



Simak Video "RUU Keamanan Baru Disahkan, Polisi Tangkap Pedemo di Hong Kong "
[Gambas:Video 20detik]
(vmp/fay)