Drone Bantu Petani, Pemuda Ini Dapat Uang Rp 16 Juta Perbulan

Drone Bantu Petani, Pemuda Ini Dapat Uang Rp 16 Juta Perbulan

Josina - detikInet
Senin, 29 Jun 2020 14:41 WIB
drone malaysia farmer
Bantu Petani Pakai Drone, Pemuda Ini Hasilkan Rp 16 Juta Perbulan. (Foto: Bernama)
Jakarta -

Pandemi virus COVID-19 menyerang semua sektor bisnis termasuk pertanian yang mengalami dampaknya di mana para petani takut untuk keluar rumah karena Corona. Drone menjadi solusinya.

Namun berkat ide pemuda ini dengan memanfaatkan teknologi mampu menghasilkan uang dan juga menjadi penyelamat bagi usaha petani sekaligus menjaga kelangsungan kehidupan manusia.

Adalah cerita dari seorang pemudah berusia 22 tahun bernama Mohd Saifullah Halim asal Penang, Malaysia yang menggunakan teknologi drone pesawat tanpa awak untuk menjaga alur pekerjaan petani berada di jalur yang benar.

Dilansir detiKINET dari Mashable ia mulai menerbangkan drone untuk menyemprotkan pestisida pada tanaman di lahan seluas 11 hektar. Idenya ini pun mendapat permintaan dari petani lainnya.

drone malaysia farmerPakai Drone untuk Petani. (Foto: Bernama)

"Ini adalah keputusan tepat yang saya buat setelah menyelesaikan studi saya. Saya mulai dengan satu drone yang saya beli untuk digunakan di sawah seluas 11 hektar tetapi segera setelah itu saya mulai mendapatkan permintaan (untuk layanan) dari teman-teman ayah saya dan juga penduduk desa." ujarnya.

"Dan dari sana, permintaan mulai mengalir selama periode Order Kontrol Gerakan (MCO) dan (saya) membeli pesawat tanpa awak untuk memperluas layanan dan untuk memenuhi meningkatnya kebutuhan petani di sekitar daerah ini." tambahnya.

Ia menambahkan bahwa drone-nya kini sangat dicari karena para pertani begitu berhati-hati meninggalkan rumahnya karena takut adanya virus Corona dan ini pun dijadikan alternatif yang baik.

Para petani juga terkesan dengan efisiensi drone. Menurut mereka apa yang biasanya dilakukan telah memakan waktu berjam-jam, namun dengan drone hanya dilakukan dalam waktu setengah jam.

Dikatakan Halim para petani ini tidak keberatan untuk membayar tarifnya dari USD 2,80 menjadi USD 4,66 per 0,29 hektar.

"Mereka lebih suka menyemprot menggunakan drone karena lebih tersebar lebih merata, dan meningkatkan hasil panen mereka dibandingkan dengan praktik normal menggunakan pompa. Untuk musim (padi) ini, saya menerima permintaan dari Yan dan Alor Setar (kota-kota yang berjarak sekitar 30 menit dari desanya). " jelasnya.

drone malaysia farmerPakai Drone untuk Petani. (Foto: Bernama)

Dengan permintaan drone-nya begitu tinggi membuatnya ia membeli drone yang kedua dan mempekerjakan dua asisten untuk membantu pekerjaannya.

Dia juga menambahkan bahwa dia bisa menghasilkan sekitar USD 1.165 atau sekitar Rp 16 jutaan per-bulan hanya dengan melakukan menyemprotkan pestisida.

Halim selalu bekerja di sawah, tetapi petani sayuran telah mendekatinya dan meminta layanan drone-nya. Ia pun juga mendesak para pemuda di sekitar Malaysia untuk mengikuti jejaknya dan mencoba menjelajah ke pasar yang belum dimanfaatkan.



Simak Video "Suasana Sepi Barcelona Setelah Hampir 1 Bulan Lockdown"
[Gambas:Video 20detik]
(jsn/fay)