George Floyd Tewas, Petinggi Uber Jadi Takut Polisi

George Floyd Tewas, Petinggi Uber Jadi Takut Polisi

Fino Yurio Kristo - detikInet
Sabtu, 06 Jun 2020 07:03 WIB
Ursula Burns
Ursula Burns. Foto: Getty Images
San Francisco -

Kematian George Floyd di tangan polisi Minnesota membuat Ursula Burns merasa ketakutan. Dia adalah mantan CEO Xerox dan sekarang masuk dewan direksi Uber.

Burns merupakan CEO wanita kulit hitam pertama di perusahaan Fortune 500. Sudah tentu ia berkuasa dan kaya raya, masuk dalam daftar 1% manusia paling berharta. Tapi hal itu tetap tak membuatnya tenang.

"Saya adalah bagian dari 1% dan saya masih merasa khawatir ketika saya didekati oleh seorang polisi," kata Burns yang dikutip detikINET dari CNBC.

Di sisi lain, Burns berharap akan makin banyak perusahaan memiliki direksi dari beragam ras untuk mengatasi ketidakseimbangan rasial.

"Sebelum Anda melihat perusahaannya, lihat dulu direksinya. Kebanyakan tidak punya orang Afrika Amerika dan saya pikir tekanan di area itu akan membantu mempercepat kemajuan dan transisi," cetus dia.

"Saya pikir kita sungguh harus mulai lebih serius soal komposisi direksi dan memastikan kita punya keterwakilan yang berbeda-beda," tambahnya.

Menurut penelitian, orang kulit hitam hanya mencakup 3,2% posisi eksekutif dan manager senior di perusahaan-perusahaan top Fortune 500. Untuk posisi CEO jauh lebih rendah, kurang dari 1%.



Simak Video "Minneapolis Setuju Bayar Gugatan Rp 388 M ke Keluarga George Floyd"
[Gambas:Video 20detik]
(fyk/afr)