Tegal Pakai Aplikasi Untuk Layanan Publik Saat New Normal

Tegal Pakai Aplikasi Untuk Layanan Publik Saat New Normal

Imam Suripto - detikInet
Jumat, 05 Jun 2020 16:09 WIB
Aplikasi Jakwir Cetem Pemkot Tegal
Tegal Pakai Aplikasi Untuk Layanan Publik Saat New Normal (dok Pemkot Tegal)
Jakarta -

Menyambut new normal, pemda dituntut kreatif dalam memberikan layanan publik. Pemkot Tegal memakai aplikasi supaya warga yang mengurus dokumen tidak usah antre.

Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Tegal, Jawa Tengah menggunakan aplikasi berbasis android dalam melayani warga yang akan mengurus surat kependudukan. Penggunaan aplikasi ini untuk menghindari terjadinya kerumunan atau antrean.

Aplikasi yang digunakan dalam mempermudah pelayanan diberi nama Jakwir Cetem. Aplikasi ini bisa diunduh dengan membuka LINK INI.

Penggunaan aplikasi ini didasari banyaknya antrean di sejumlah pelayanan publik termasuk di Disdukcapil. Dimana mereka berdesak-desakan demi mendapatkan pelayanan dalam mengurus surat surat.


Kepala Disdukcapil Kota Tegal, Basuki mengatakan, antrean atau kerumunan warga dalam mengurus dokumen atau lainnya sangat dihindari di masa pandemi COVID-19. Meski Kota Tegal sudah masuk zona hijau, namun protokol kesehatan tetap harus dijalankan.

"Di masa new normal ini, kita pakai aplikasi Jakawir Cetem dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Aplikasi ini akan mengurangi terjadinya kerumunan secara fisik," ungkap Basuki, ditemui di kantornya Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Jalan Lele, Kota Tegal, Kamis (4/6/2020) siang.

Aplikasi ini akan membentuk antrean online bagi warga masyarakat yang akan mengurus surat-surat kependudukan. Sehingga warga tidak harus berjubel secara fisik.

Cara mendaftar antrean cukup mudah. Pendaftar kemudian akan mendapat nomor antrean yang akan dibawa ke kantor Disdukcapil. Pemilik nomor antrean kemudian akan diberitahu hari dimana dia akan dilayani.

Dalam sehari, Disdukcapil memberikan pelayanan maksimal 20 orang untuk menghindari terjadinya berkumpulnya banyak orang. Warga yang sudah waktunya dilayani bisa datang sambil menunjukkan bukti nomor antrean. Ini untuk meyakinkan bahwa dirinya sudah mendaftar melalui online.


"Kita punya konsep satu hari dua puluh orang, sehingga warga masyarakat datang ke Disdukcapil langsung menunjukkan bukti pendaftaran online-nya, kita layani dan satu hari itu selesai. Kita lakukan seperti itu dalam rangka antrean online di New Normal," beber Kepala Disdukcapil Kota Tegal, Basuki.

Meski sudah ada aplikasi online, faktanya menurut Basuki, masih ada masyarakat belum siap dan masih memilih jalur langsung. Apalagi setelah dua bulan ditahan saat masa PSBB, sehingga setelah dibuka antrean langsung membludak.

"Khusus ini, kita antisipasi melalui layanan manual bagi mereka yang datang langsung tanpa melalui aplikasi. Kita beri nomor antre hanya sampai empat puluh dan untuk yang lain dipersilahkan pulang untuk mendaftar besok atau melalui aplikasi Jakwir Cetem. Kita sudah antisipasi seperti itu. Sehingga pukul 09.30 WIB clear, kondisi di halaman kantor Disdukcapil sudah tidak ada antrean," tutur Basuki.

Untuk warga masyarakat Kota Tegal, Basuki berpesan agar gunakan layanan antrean online secara konsekuen. Cara ini akan memudahkan pelayanan kepada masyarakat dan tidak perlu antre.



Simak Video "Tak Bermasker, Puluhan Warga Tegal Dihukum Push-up dan Nyanyi"
[Gambas:Video 20detik]
(fay/fay)