Donald Trump Serang Pegawai Twitter karena Masalah Cek Fakta

Donald Trump Serang Pegawai Twitter karena Masalah Cek Fakta

Virgina Maulita Putri - detikInet
Jumat, 29 Mei 2020 16:09 WIB
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memprediksi kasus corona di AS akan berakhir pada bulan Juli. Kok bisa?
Donald Trump Serang Pegawai Twitter karena Masalah Cek Fakta (Foto: AP Photo)
Jakarta -

Pertikaian antara Presiden Donald Trump dengan Twitter masih berlanjut. Kali ini Trump menyerang langsung seorang pegawai Twitter setelah mereka mengecek fakta di balik dua cuitannya.

Lewat cuitannya, Trump mengkritik keputusan Twitter yang menganggap klaim di cuitannya tentang pemungutan suara via surat sebagai menyesatkan. Dalam cuitan tersebut, Trump langsung menyebutkan Handle Head of Integrity Twitter, Yael Roth.

"Sungguh konyol melihat Twitter mencoba menjelaskan bahwa surat suara yang dikirim tidak terancam pada PENIPUAN. Betapa bodoh, ada contoh, dan kasus, di banyak tempat," tulis Trump lewat akun Twitter pribadinya yang dikutip detikINET dari CNBC, Jumat (29/5/2020).

"Proses pemilu kita akan menjadi sangat tercemar dan bahan tertawaan di seluruh dunia. Katakan itu pada pembencimu @yoyoel," sambungnya.

Tidak hanya Trump, Gedung Putih juga mendorong pendukung Trump untuk menyerang Roth lewat Twitter. Penasihat Trump, Kellyanne Conway langsung menyerang Roth setelah menemukan beberapa cuitannya di masa lalu yang mengkritik Trump, Conway dan pemerintahannya.

"Seseorang di San Fransisco bangunkan dia dan katakan padanya dia akan mendapatkan lebih banyak followers," kata Conway saat berbicara di Fox News sehari setelah cuitan Trump disentil Twitter.

Serangan pada Roth ini didasari oleh anggapan bahwa dia sendiri yang bertanggung jawab mengecek fakta di cuitan Trump. Juru bicara Twitter mengatakan pada BuzzFeed News bahwa hal tersebut tidak benar.

"Tidak ada satu orang di Twitter yang bertanggung jawab atas kebijakan atau tindakan penegakan kami, dan sangat disayangkan melihat pegawai individual ditargetkan karena kebijakan perusahaan," kata juru bicara Twitter.

CEO Twitter Jack Dorsey juga meminta publik untuk tidak menyerang pegawainya secara langsung.

"Ada seseorang yang paling bertanggung jawab atas tindakan kami sebagai perusahaan dan orang itu adalah saya. Tolong jauhkan pegawai kami dari hal ini," tulis Dorsey dalam cuitannya.

Konflik Trump dengan Twitter dimulai setelah dua cuitannya dicek faktanya dan ditandai menyesatkan. Trump langsung menuduh Twitter membungkam kebebasan berpendapat dan beberapa hari kemudian menandatangani perintah eksekutif yang berpotensi membatasi kebebasan media sosial.



Simak Video "Cuitan Donald Trump Dapat Label Peringatan dari Twitter"
[Gambas:Video 20detik]
(vmp/fay)