PSBB Bandung dan Jawa Barat Diperpanjang Jadi Bahasan di Twitter

PSBB Bandung dan Jawa Barat Diperpanjang Jadi Bahasan di Twitter

Rosmha Widiyani - detikInet
Jumat, 29 Mei 2020 13:35 WIB
Petugas gabungan yang melakukan penyekatan di Gerbang Tol Cileunyi, Kabupaten Bandung memutar balikan sejumlah kendaraan pemudik yang hendak kembali ke Jakarta.
PSBB Bandung dan Jawa Barat Diperpanjang Jadi Bahasan Warganet di Twitter (Foto: Wisma Putra/detikcom))
Jakarta -

Penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar atau PSBB Jawa Barat dan Bandung diperpanjang. PSBB untuk wilayah Bogor, Depok dan Bekasi (Bodebek) diperpanjang mulai 30 Mei hingga 4 Juni 2020. Di luar wilayah Bodebek PSBB diperpanjang mulai 30 Mei sampai 12 Juni 2020.

Keputusan perpanjangan PSBB Bandung dan Jawa Barat tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Gubernur Jabar Nomor 443/Kep.287-Hukham/2020 yang ditandatangani Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil pada 28 Mei 2020.

Di hari yang sama, Ridwan Kamil sempat menyinggung sebaran COVID-19 di wilayah yang dipimpinnya melalui Twitter di @ridwankamil. Dalam unggahan tersebut, Kang Emil sapaan lengkap Ridwan Kamil menyertakan grafik Perkiraan Rt dan Laporan Kasus per Hari Provinsi Jawa Barat.

"Minggu ini 60% Kota/Kab Jabar sudah di zona Biru (level 2) dan 40 % di zona kuning (level 3). Sudah tdk ada lagi yg di zona merah. Sudah 14 hari Indeks Reproduksi COVID ada di rata-rata 1. Artinya 60% biru bersiap new normal di 1 Juni. Sementara 40% kuning lanjut PSBB sd 12 Juni," tulis Ridwan Kamil.

Unggahan tersebut mendapat tanggapan warganet dengan sebagian mendukung, meragukan, dan menyarankan supaya ada pengawasan pada warga. Pengawasan bertujuan menjamin warga tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan selama perpanjangan PSBB dan penerapan new normal.

"Jgn lengah pa, itu para pedagang kudu disidak, bnyk yg ga mau pake masker. Pdhl mereka paling riskan. Coba deh ke pasar ikan hias muara atau ke pasar2 lah pokonya. Sy lihat bnyk yg ga pake," tulis akun @T****L****

Warganet lain mempertanyakan data yang digunakan sebagai acuan dalam pengambilan keputusan. Jumlah data dinilai masih sedikit dan dikhawatirkan tidak mencerminkan situasi Jawa Barat sesungguhnya.

"Emang datanya beneran bisa dipegang dan dijadiin acuan kang meskipun angka testing kita masih sedikit?" tulis akun @a*******.

Netizen lain memilih bersikap lebih optimis pada unggahan tersebut dan keputusan yang diambil pemerintah. New normal menjadi jalan tengah supaya masyarakat bisa kembali beraktivitas sambil tetap menjaga kesehatan di tengah risiko COVID-19.

"Sepertinya kebijakan pemerintah pusat tidak sejalan dengan bpk RK.. Baru kmren RK wacana akan Karantina Wilayah ehh ... Selang berapa hr malah kebijakan New Normal..bertentangan memang sulit tpi selalu semangat !!!" tulis akun @s***********.

Hal serupa ditulis akun @m*********, yang mengatakan hanya ada dua pilihan new normal atau new miskin. Dia juga mendoakan pemerintah bisa bertindak makin baik.

"Kalo ini gmn kang..hoax sanes.?..mnrt sy memang cmn ada 2 pilihan new normal atau new miskin kang...knp soalnya psbb ga jelas aturannya..masyarakat jg sudah mulai ga sabar karena aturan yg setengah2 .mdh2an di new normal ini pemerintah bisa lebih baik," tulisnya.

Optimisme juga ditunjukkan akun @F************ yang berharap dengan new normal dia bisa kembali jalan-jalan. Tentunya dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

"Alhamdulilah bismillah pak agar saya bisa ke cimol," tulisnya.



Simak Video "Anies Perpanjang PSBB DKI, Jabar Siapkan Hal-hal Ini"
[Gambas:Video 20detik]
(row/erd)