Bill Gates Menyesal Masih Minim Kontribusi Lawan COVID-19

Bill Gates Menyesal Masih Minim Kontribusi Lawan COVID-19

Agus Tri Haryanto - detikInet
Kamis, 14 Mei 2020 16:55 WIB
PARIS, FRANCE - JUNE 27:  Bill Gates, the co-Founder of the Microsoft company and and co-Founder of the Bill and Melinda Gates Foundation, delivers a speech during a press conference at the Solidays festival, on June 27, 2014 in Paris, France. Bill Gates visited the 16th edition of the Solidays music festival, dedicated to the fight against AIDS.  (Photo by Thierry Chesnot/Getty Images)
Bill Gates Menyesal Masih Minim Kontribusi Lawan COVID-19. (Foto: Getty Images/Thierry Chesnot)
Jakarta -

Bill Gates adalah salah satu tokoh teknologi yang paling vokal akan bahayanya virus Corona. Akan tetapi, ia menilai apa yang dilakukannya itu masih belum seberapa.

Pendiri perusahaan Microsoft itu dalam memerangi COVID-19, salah satunya dengan menggelontorkan USD 300 juta lewat Bill & Melinda Gates Foundation untuk membantu mendanai pengembangan perawatan dan vaksin Corona.

Bila ditarik mundur, sekitar lima tahun lalu, bapak tiga anak ini telah memprediksikan ancaman pandemi yang bisa merenggut nyawa dalam jumlah banyak. Kini, pandemi Corona telah menjangkit 4,35 juta orang yang mana 1,55 juta orang dinyatakan sembuh dan 297 ribu meninggal dunia.

"Saya berharap bisa berbuat lebih banyak untuk memperingati ancaman ini," ujar Gates dalam sebuah wawancara dengan The Wall Street Journal dikutip dari CNBC, Kamis (14/5/2020).

Ia pun saat ini terbilang rutin untuk diwawancarai, baik itu dari televisi maupun yang kini sedang tren, podcast. Tujuannya hanya ingin memperingati tentang bahaya besar dari COVID-19.

Penyesalan Gates ini lantaran ia merasa belum mempengaruhi para pemimpin dunia untuk satu suara bertindak melawan pandemi Corona.

"Inti dari membicarakannya adalah kita bisa mengambil tindakan dan meminimalkan kerusakan," ucap pria berkacamata ini.

Salah satu kritikan Gates tersebut dialamatkan kepada Pemerintah AS. Menurutnya, Negeri Paman Sam itu tidak bertindak cukup cepat hingga Corona merenggut warga, yang mana kita ketahui saat ini AS jadi negara dengan kasus COVID-19 terbanyak di dunia atau 1,42 juta, 244 ribu sembuh, dan 84 ribu meninggal dunia.

Kendati begitu, Gates masih menyimpan harapan agar para pemimpin dunia terketuk hatinya dan bisa meyakinkan mereka untuk bertindak lebih cepat dan meletakkan rencana strategis, yakni pengembangan perawatan dan vaksin.

"Saya berharap peringatan yang saya dan orang lain berikan bisa membuat tindakan global yang lebih terkoordinasi," ungkapnya.

"Harapan saya sekarang adalah pemimpin di seluruh dunia, yang bertanggungjawab untuk melindungi warganya, akan mengambil apa yang dipelajari dari tragedi ini dan berinvestasi dalam sistem untuk mencegah wabah di masa depan," pungkasnya.



Simak Video "Bill Gates Sumbang USD 100 Juta untuk Bantu Tangkal Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(agt/fay)