Nyaris 600 Karyawan Amazon Positif COVID-19

Nyaris 600 Karyawan Amazon Positif COVID-19

- detikInet
Kamis, 14 Mei 2020 13:05 WIB
Gudang Amazon
Nyaris 600 Karyawan Amazon Positif COVID-19. Foto: Getty Images
Jakarta -

Hampir 600 karyawan Amazon positif terinfeksi COVID-19. Hal ini diketahui setelah raksasa e-commerce tersebut mengadakan pengecekan. Bahkan 6 orang di antaranya yang positif terinfeksi, meninggal dunia.

Jana Jumpp (59), salah satu karyawan yang bekerja di gudang Amazon di Indiana, dalam acara TV '60 Minutes' menyebutkan bahwa dirinya memilih cuti dan berdiam di rumah karena mengkhawatirkan kesehatannya.

"Saya tidak nyaman. Kasus-kasus itu mulai di Washington dan sepertinya tidak ada yang punya rencana, bahkan Amazon. Jadi, satu-satunya pilihan saya adalah mengambil cuti," ujarnya seperti dikutip dari CBS News.

Sementara tinggal di rumah atas inisiatifnya sendiri, Jumpp melacak jumlah karyawan Amazon yang telah dites positif COVID-19 di berbagai lokasi di seluruh AS dari pesan otomatis rekan kerjanya, dan robocalls Amazon hasil tes COVID-19.

"Angkanya lebih tinggi dari ini. Setidaknya kami punya 600 kasus, dan ada enam karyawan yang meninggal karena COVID-19," ujarnya.

Sementara itu, Amazon tidak bersedia mengonfirmasi jumlah kasus yang dilaporkan Jumpp. Head of Amazon Operations Dave Clark menyebutkan, jumlah kasus COVID-19 yang menimpa karyawan Amazon tidak terlalu penting untuk jadi ukuran.

"Jumlah total kasus yang sebenarnya tidak terlalu berguna karena relatif," kata Clark.

Menurutnya, yang terpenting adalah Amazon sudah melakukan berbagai langkah penanggulangan COVID-19 pada karyawannya yang bekerja.

"Saya pikir kami sudah lebih awal melakukannya dibandingkan kebanyakan pengusaha, terutama pengusaha besar di AS," ujarnya.

Amazon menawarkan cuti tanpa batas dan tidak berbayar untuk karyawannya yang khawatir akan keselamatan diri mereka selama pandemi. Amazon juga meningkatkan upah minimum saat ini dari USD 15 menjadi USD 17 hingga 16 Mei.

Langkah Amazon dalam menanggulangi risiko terpaparnya COVID-19 pada karyawan muncul setelah para karyawannya berunjuk rasa. Mereka menuntut Amazon melakukan upaya keselamatan kerja, termasuk sanitasi yang lebih baik, pembayaran bahaya COVID-19, dan cuti sakit.

Wajar jika mereka khawatir, karena lebih dari 50 pusat gudang dan beberapa toko Whole Foods mengonfirmasi adanya kasus positif COVID-19. Mereka juga mendesak Amazon membuka daftar karyawan yang terinfeksi virus corona.

Menanggapi protes tersebut, Amazon kemudian mengembangkan alat uji COVID-19 sendiri untuk digunakan karyawannya. CEO Amazon Jeff Bezos mengklaim, perusahaan berkomitmen melindungi karyawan dari kemungkinan terpapar virus corona, meskipun ada banyak kritikan.

Amazon juga mengubah sistem kerja di jaringan operasional dan Whole Foods. Dengan sistem yang baru, setiap karyawan yang dinyatakan positif COVID-19 atau dianggap positif berhak menerima cuti dibayar selama dua pekan.



Simak Video "Pandemi Corona Bikin Harga Saham Amazon Selangit!"
[Gambas:Video 20detik]
(rns/fay)