Cegah Penipuan, Amazon Verfikasi Penjual Lewat Video Panggilan

Cegah Penipuan, Amazon Verfikasi Penjual Lewat Video Panggilan

Josina - detikInet
Senin, 27 Apr 2020 14:42 WIB
SEATTLE, WA - JUNE 16: An Amazon logo is seen inside the Amazon corporate headquarters on June 16, 2017 in Seattle, Washington. Amazon announced that it will buy Whole Foods Market, Inc. for over $13 billion.  (Photo by David Ryder/Getty Images)
Cegah Penipuan, Amazon Verfikasi Penjual Lewat Video Panggilan. (Foto: David Ryder/Getty Images)
Jakarta -

Amazon dilaporkan sedang menguji coba penggunaan panggilan konferensi video untuk memverifikasi identitas pedagang yang ingin menjual barangnya di situs Amazon.

Dilansir detikINET dari Reuters, hal ini dilakukan untuk mencegah penipuan karena tidak adanya pertemuan langsung selama pandemi COVID-19.

Layanan e-commerce terbesar di dunia ini telah lama menghadapi terkait pengawasan atas bagaimana perusahaan ini mengawasi produk palsu dan produk yang diduga tidak aman di platformnya. Pemalsuan ini telah membuat cemas para brand ternama seperti Apple dan Nike yang membuat sebagian orang enggan menjual di Amazon.

Amazon mengatakan rencana ini akan dimulai pada awal tahun ini dan memasukkan janji temu langsung dengan calon penjual. Namun pada bulan Februari karena adanya aturan sosial distancing untuk mencegah COVID-19 dialihkan secara eksklusif ke konferensi video panggilan.

Pemeriksaan wawancara yang dilakukan oleh Amazon telah diujicobakan dengan lebih dari 1.000 pelamar pedagang yang berbasis di China, Amerika Serikat, Inggris dan Jepang.

Pengawasan ekstra yang dilakukan Amazon ini akan mempersulit sebagian penjual di China yang telah mendaftarkan banyak akun dalam menggunakan jaringan internet pribadi atau utilitas palsu.

Menurut penelitian 2019 dari perusahaan Marketplace Pulse pedagang yang berbasis di China menyumbang 40% dari 10.000 penjual Amazon teratas di Eropa.



Simak Video "Jeff Bezos Resmi Pensiun dari CEO Amazon"
[Gambas:Video 20detik]
(jsn/fay)