Kebanjiran Pengguna, Microsoft Oprek Xbox Live dan Teams

Kebanjiran Pengguna, Microsoft Oprek Xbox Live dan Teams

Anggoro Suryo Jati - detikInet
Senin, 30 Mar 2020 15:15 WIB
NEW YORK, NY - MAY 2: The Microsoft logo is illuminated on a wall during a Microsoft launch event to introduce the new Microsoft Surface laptop and Windows 10 S operating system, May 2, 2017 in New York City. The Windows 10 S operating system is geared toward the education market and is Microsofts answer to Googles Chrome OS. (Photo by Drew Angerer/Getty Images)
Foto: Drew Angerer/Getty Images
Jakarta -

Microsoft melakukan sejumlah pengaturan baru untuk layanan cloud-nya karena kebanjiran pengguna di masa pandemi corona ini.

Azure, layanan cloud computing Microsoft, beberapa waktu belakangan ini mengalami peningkatan trafik yang besar karena banyak orang di seluruh dunia mulai melakukan pekerjaannya dari rumah karena banyak perusahaan yang menerapkan sistem kerja work from home (WFH) alias kerja dari rumah.

Tak cuma layanan terkait pekerjaan yang mengalami peningkatan, layanan cloud untuk gaming mereka -- Xbox Live -- juga mengalami peningkatan jumlah pengguna, demikian dikutip detikINET dari Digital Trends, Senin (30/3/2020).

Selain melakukan berbagai optimasi, Microsoft pun mengaku terus memantau performa dan tren penggunaan layanannya itu untuk mengantisipasi peningkatan permintaan layanannya. Mereka pun sudah menentukan kriteria layanan mana yang akan menjadi prioritas utama, contohnya untuk tim medis, manajemen penyuplai alat medis, dan sejenisnya.

Pada minggu lalu saja, Microsoft mencatat ada peningkatan penggunaan layanan cloudnya sebesar 775%. Sebagai informasi, minggu lalu banyak pemerintahan di berbagai negara, dan tentunya juga World Health Organization (WHO) yang mulai menyebarkan ajakan social distancing (pembatasan sosial), yang kemudian dikoreksi menjadi physical distancing (pembatasan fisik).

"Kami melihat adanya peningkatan signifikan dalam penggunaan Teams yang sekarang mempunyai lebih dari 44 juta pengguna setiap harinya. Para pengguna itu melakukan lebih dari 900 juta rapat online dan panggilan telepon lewat Teams," tulis Microsoft minggu lalu dalam pernyataannya.

Xbox Live pun kini dioptimasi untuk menghadapi lonjakan pengguna, seperti mematikan sejumlah fitur yaitu upload custom gamerpics, club pics, dan club background. Mereka pun mengambil langkah proaktif untuk bersiap menghadapi penggunaan yang tinggi seperti pembaruan game yang menghabiskan bandwidth.

Sementara pengaturan di Teams yang dihilangkan adalah fitur yang tak esensial seperti mengurangi jumlah pengecekan presensi pengguna, mengurangi resolusi video, dan lainnya. Menurut Microsoft pengaturan ini tak punya dampak signifikan terhadap pengalaman pengguna.



Simak Video " Dihajar Corona, Saham Microsoft Bonyok"
[Gambas:Video 20detik]
(asj/asj)