Bing Microsoft Luncurkan Situs Pelacak Virus Corona

Bing Microsoft Luncurkan Situs Pelacak Virus Corona

Josina - detikInet
Senin, 16 Mar 2020 18:10 WIB
BEIJING, CHINA - JANUARY 30: A sign instructs shoppers to wear protective masks at a mall on January 30, 2020 in Beijing, China. The number of cases of a deadly new coronavirus rose to over 7000 in mainland China Thursday as the country continued to lock down the city of Wuhan in an effort to contain the spread of the pneumonia-like disease which medicals experts have confirmed can be passed from human to human. In an unprecedented move, Chinese authorities put travel restrictions on the city which is the epicentre of the virus and neighbouring municipalities affecting tens of millions of people. The number of those who have died from the virus in China climbed to over 170 on Thursday, mostly in Hubei province, and cases have been reported in other countries including the United States, Canada, Australia, Japan, South Korea, and France. The World Health Organization has warned all governments to be on alert, and its emergency committee is to meet later on Thursday to decide whether to declare a global health emergency. (Photo by Kevin Frayer/Getty Images)
Bing Microsoft Luncurkan Situs Pelacak Virus Corona. (Foto: Getty Images)
Jakarta -

Bing, mesin pencarian buatan Microsoft, meluncurkan situs khusus untuk membantu masyarakat melacak informasi terbaru mengenai negara-negara mana saja yang terinfeksi virus corona.

"Banyak orang kami (Bing) bekerja dari rumah sejak minggu lalu untuk membuat pemetaan dan sumber berita resmi untuk situs informasi COVID-19," ujar Michael Schechter, General Manager Bing Growth and Distribution di Microsoft.

Untuk mengaksesnya, pengguna dapat mengunjungi halaman bing.com/covid situs ini akan menunjukkan statistik infeksi secara terkini untuk setiap negara di seluruh dunia dan semua negara bagian Amerika Serikat.

Dilansir detikINET dari ZDNet, data-data yang diambil dikumpulkan dari sumber-sumber resmi seperti Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC), dan Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Eropa (ECDC).

Pengguna dapat mengklik negara atau negara bagian di peta dan melihat statistik infeksi terbaru serta berita-berita seputar virus corona yang terbaru di negara-negara tersebut.

Microsoft mengumumkan situs web pelacak corona ini dua hari setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan Google akan mulai membuat situs khusus terkait COVID-19 untuk warga AS.



Simak Video " Dihajar Corona, Saham Microsoft Bonyok"
[Gambas:Video 20detik]
(rns/rns)