Kamu Bisa Bantu Penelitian Virus Corona, Ini Caranya!

Kamu Bisa Bantu Penelitian Virus Corona, Ini Caranya!

Anggoro Suryo Jati - detikInet
Selasa, 03 Mar 2020 20:47 WIB
Penampakan virus corona dari mikroskop elektron
Virus Corona (Dok. National Institute of Allergy and Infectious Diseases (NIAID))
Jakarta -

Universitas Stanford tengah menggalang bantuan untuk membantu penelitian mereka, yang salah satunya bertujuan untuk mencari pengobatan untuk virus corona.

Penggalangan bantuan ini dilakukan lewat program Folding@home (FAH), yang akan menggunakan kemampuan pemrosesan data dari PC penyumbangnya saat tidak digunakan dan dilakukan lewat koneksi internet.

FAH akan memanfaatkan kemampuan pemrosesan CPU yang sedang tak digunakan untuk membantu mensimulasikan proses lipatan protein, yang bakal membantu menemukan cara untuk mengobati penyakit seperti Alzheimer, kanker, dan SARS (yang merupakan variasi dari virus corona), demikian dikutip detikINET dari The Verge, Selasa (3/3/2020).

"Untuk kedua corona virus (2019 nCoV dan SARS), tahap infeksi pertama terjadi di paru-paru, di mana protein di permukaan virus akan menempel pada reseptor protein di sel paru-paru. Virus protein ini dinamakan spike protein, yaitu protein yang tidak stagnan. Mereka akan bergoyang, terlipat dan membuka lipatan ke berbagai bentuk. Kami perlu meneliti tak cuma satu bentuk dari virus protein, namun semua bentuknya," tulis Folding@home dalam keterangannya.

Dengan kata lain, meneliti bentuk lipatan protein ini nantinya bakal membantu peneliti untuk mengembangkan obat yang bisa mengobati infeksi virus tersebut.

Penelitian semacam ini memang membutuhkan kekuatan komputasi yang sangat besar, yang didapat FAH dari para donornya, yang 'menyumbangkan' CPU-nya saat tidak digunakan.

Proyek ini dulunya juga dikenal menggunakan kekuatan komputasi dari Sony PlayStation 3, yang prosesornya mempunyai performa lebih baik ketimbang komputer yang sejenis -- pada masa itu. Namun Sony kemudian menghapus kemampuan tersebut dari PS3 pada 2012.

Untuk bisa berpartisipasi dalam penelitian ini, para donor harus mengunduh software FAH dan menginstalnya. Jadi saat PC-nya sedang menyala dan tidak digunakan untuk apapun, kemampuan prosesornya akan dimanfaatkan oleh FAH.

Sejauh ini, secara global, ada lebih dari 89 ribu kasus penyakit COVID-19 yang disebabkan oleh virus corona. Ada lebih dari 3.000 korban jiwa dari penyakit ini. Sementara di Indonesia saat ini, menurut data resmi pemerintah, ada 2 orang yang positif terkena virus corona.



Simak Video "Tips Aman Berkegiatan Sehari-hari Agar Bebas Virus Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(asj/fay)