Mie Goreng Indonesia Jadi Korban Hoax Virus Corona di Australia

Mie Goreng Indonesia Jadi Korban Hoax Virus Corona di Australia

Fitraya Ramadhanny - detikInet
Sabtu, 08 Feb 2020 19:33 WIB
 on February 19, 2014 in San Francisco City.
Mie Goreng Jadi Korban Hoax Virus Corona di Australia (Foto: Justin Sullivan/Getty Images)
Jakarta -

Virus corona di China menjadi bahan untuk menyebarkan hoax di banyak negara. Di Australia, Mi Goreng dari Indonesia disebut mengandung virus corona.

Seperti halnya di Indonesia, di Australia pun banyak beredar hoax di tengah wabah virus corona. Salah satunya adalah aneka makanan yang disebut mengandung virus corona.

Hoax ini beredar dalam broadcast WhatsApp netizen Negeri Kanguru di sekitar Sydney seperti diberitakan News.com Australia saat dilihat Sabtu (8/2/2020). Pesan itu berbunyi agar warga Australia menjauhi daftar sejumlah produk makanan karena mungkin terkontaminasi virus corona.

Daftar makanan itu adalah: Mi Goreng, Lipton Peach Ice Tea, Yakult, minuman Red Bull, wagyu beef, fortune cookies, beras wuxhang dan xiaozhan. Seperti diketahui Mi Goreng buatan Indonesia memang diekspor ke Australia dan bisa didapatkan di aneka supermarket di sana.


Hoax tersebut juga meminta agar warga Australia tidak mendatangi daerah Cabramatta, Burwood, Strathfield, Newtown, Chester Hill dan Guilford di dekat Sydney. Disebutkan di daerah itu ada virus corona.

Atas penyebaran hoax ini, badan kesehatan negara bagian New South Wales (NSW Health) menegaskan kalau pesan yang beredar terkait larangan makan Mi Goreng dan aneka makanan lainnya adalah hoax. Larangan kunjungan ke daerah tertentu di New South Wales karena virus corona juga adalah hoax.

Untuk Australia, hingga saat ini dari data real time John Hopkins University sudah ada 15 kasus positif virus corona. Mereka tersebar di Queensland (5), New South Wales (4), Victoria (4) dan South Australia (2).



Simak Video "Daftar 54 Hoax Mengenai Virus Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(fay/fay)