Pendiri Telegram: WhatsApp Dihapus Saja, Berbahaya

Pendiri Telegram: WhatsApp Dihapus Saja, Berbahaya

Fino Yurio Kristo - detikInet
Kamis, 06 Feb 2020 06:16 WIB
pavel durov
Pavel Durov. Foto: Instagram @durov
Jakarta -

Pendiri Telegram, Pavel Durov, jelas kurang suka dengan WhatsApp. Tak cuma sekali pria asal Rusia itu melontarkan kritikan tajam pada aplikasi rival tersebut dalam tulisan panjang lebar.

Sekadar kilas balik pada November 2019. Waktu itu, Durov menulis di blog yang menyarankan user untuk menghapus WhatsApp lantaran maraknya celah keamanan.

Itu menyusul kabar spyware dari perusahaan Israel, NSO Group, bisa menginfeksi WhatsApp dan membobol datanya cukup dengan panggilan telepon yang bahkan tak perlu diterima.

"Kecuali Anda tak masalah semua foto dan pesan Anda terbuka untuk publik suatu hari, Anda harus menghapus WhatsApp dari ponsel Anda," cetus Durov pada ratusan ribu pengikutnya di channel Telegram.

Durov menyebut WhatsApp adalah semacam 'Kuda Troya' yang dimanfaatkan untuk memata-matai foto dan user penggunanya. Ia juga melontarkan rasa tidak percaya terhadap sang induk, Facebook.

"Facebook telah menjadi bagian dari program pengintaian jauh sebelum mereka mengakuisisi WhatsApp. Naif berpikir bahwa perusahaan ini akan mengubah kebijakan setelah akuisisi," paparnya.

Ia mengaku heran WhatsApp terus bermasalah soal keamanan sedangkan Telegram tidak. "Telegram, aplikasi yang mirip dalam hal kerumitan, tidak pernah mengalami masalah dalam skala berat seperti WhatsApp dalam 6 tahun sejak peluncurannya," klaim dia.

Menurutnya, celah yang terus muncul dari WhatsApp adalah sebagai akibat dari kompromi antara Facebook dengan pemerintah atau lembaga intelijen. "Cenderung sangat jarang seseorang bisa tidak sengaja melakukan error keamanan yang besar, cocok untuk pengintaian, secara rutin," tandasnya.