Senin, 27 Jan 2020 22:33 WIB

Hillary Clinton Sebut Mark Zuckerberg Terlalu Berkuasa

Virgina Maulita Putri - detikInet
Mark Zuckerberg Hillary Clinton Sebut Mark Zuckerberg Terlalu Berkuasa Foto: Getty Images
Jakarta -

Facebook dan pemimpinnya, Mark Zuckerberg, kembali menjadi sasaran kritik dari politisi Amerika Serikat. Kali ini giliran Hillary Clinton yang mengkritik kebijakan Facebook yang enggan memerangi konten disinformasi dan propaganda di platform-nya.

Bahkan Clinton menyebut Zuckerberg memiliki sudut pandang yang otoriter terkait dengan penyebaran disinformasi.

"Saya kadang merasa seperti bernegosiasi dengan kekuatan asing. Dia terlalu berkuasa," kata Clinton kepada The Atlantic, seperti dikutip detikINET dari Cnet, Senin (27/1/2020).

"Ini adalah perusahaan global yang memiliki pengaruh sangat besar dengan cara yang baru saja kita mulai pahami," sambungnya.

Kritik Clinton ini menyasar kebijakan kontroversial Facebook yang berusaha mengambil jalan tengah antara kebebasan berpendapat dengan melawan disinformasi menjelang pemilihan umum di AS.

Ia secara spesifik mencontohkan kasus video viral yang menyeret Ketua DPR AS, Nancy Pelosi. Video tersebut telah diedit sehingga membuat Pelosi terlihat sedang mabuk.

Video palsu tersebut sempat viral di YouTube dan Facebook. Setelah Google menghapus video tersebut dari YouTube, Clinton pun meminta Facebook untuk menghapusnya.

"Saya bilang, 'Kenapa kalian masih mendiamkan video ini? Ini benar-benar salah. Pesaing kalian sudah menghapusnya,'" kata Clinton.

"Dan tanggapan mereka adalah, 'Kami pikir pengguna kami bisa membuat keputusan sendiri'," sambungnya.

Ini adalah kritik kesekian yang diterima Facebook dan Zuckerberg dalam sebulan terakhir. Baru-baru ini mantan Wakil Presiden AS, Joe Biden, mengatakan ia bukan penggemar keduanya dan menyebut Zuckerberg sebagai masalah besar.



Simak Video "Zuckerberg Sambangi UE, Bahas Strategi Digital?"
[Gambas:Video 20detik]
(vmp/fay)