Senin, 20 Jan 2020 06:31 WIB

Kisah Orang Terkaya Lepas Pekerjaan Mapan dan Nekat Bisnis

Fino Yurio Kristo - detikInet
Jeff Bezos. Foto: Istimewa
Jakarta - Jeff Bezos telah mapan sebelum mendirikan Amazon. Tahun 1994, ia Vice President di perusahaan manajemen investasi D.E. Shaw & Co. Namun justru saat itu ia ingin berbisnis karena menemukan statistik menarik soal internet.

"Saya menemukan fakta melalui website bahwa web mengalami pertumbuhan 2.300% per tahun. Ide yang membuatku tertarik adalah membangun toko buku online," kisah Bezos dalam kunjungannya ke India baru-baru ini.

Pada waktu itu usianya 30 tahun, Bezos kebingungan apa mau tetap mempertahankan posisi mapannya atau nekat keluar dan mewujudkan idenya.



"Saya lalu menggambarkan diri sudah berusia 80 tahun, berpikir kembali soal hidup dalam momen refleksi. Apa saya menyesal meninggalkan pekerjaan ini? Melepas bonus tahunan?"

Walau cukup membingungkan, Bezos yang kini orang terkaya dunia itu mengambil keputusan. Dia nekat keluar bekerja dan mendirikan Amazon karena tak mau dirundung penyesalan.

"Saya tak ingin punya penyesalan. Saya punya ide dan jika tak mencobanya, saya akan menyesalinya. Saya juga tahu jika saya mencoba dan gagal, saya takkan menyesalinya," cetus Bezos.

Keputusan itu memang perjudian besar. Saat itu internet masih belum populer meski pertumbuhannya pesat. "Apapun yang tumbuh sebesar itu, walaupun penggunaannya kecil, akan menjadi besar," yakinnya.



Begitulah, Bezos pun mantap melahirkan Amazon dari garasinya di kota Seattle. Awalnya ia memilih berjualan buku.

Amazon ternyata melesat, pada tahun 1997 sudah berjualan saham dan meraup pendapatan USD 16 juta. "Apa yang terjadi dalam 25 tahun terakhir jauh melebihi ekspektasi saya," cetus Bezos.

"Saya dulu mengantar paket sendiri, kami berjualan buku. Saya berharap membangun sebuah perusahaan, tapi bukan perusahaan yang Anda saksikan saat ini," tandasnya.

Simak Video "Ambisi Pendiri Amazon Buat Pemukiman 1 Triliun Manusia di Angkasa "
[Gambas:Video 20detik]
(fyk/rns)