Sejumlah Akun Twitter Dikunci, Kenapa?

Sejumlah Akun Twitter Dikunci, Kenapa?

Rachmatunnisa - detikInet
Senin, 30 Des 2019 13:27 WIB
Ilustrasi Twitter. Foto: Irna Prihandini/detikINET
Jakarta - Dalam beberapa hari belakangan, cukup banyak akun Twitter yang dikunci sehingga tidak bisa diakses. Yang menarik, kebanyakan akun yang dikunci Twitter ini adalah akun-akun milik media.

Hal ini menjadi perhatian politisi partai Demokrat Andi Arief. Melalui akun Twitternya @AndiArief_ dia mencuitkan ada akun sejumlah media yang menurutnya di-suspend.



Pada balasan cuitannya tersebut ada juga yang menambahkan screenshot akun Twitter sejumlah media yang menampilkan keterangan bahwa akun-akun tersebut untuk sementara dibatasi.


Merespons dugaan Twitter Indonesia sengaja 'bersih-bersih' akun-akun tertentu, juru bicara Twitter menegaskan bahwa Twitter Indonesia menerapkan aturan yang sama kepada semua pemilik akun.

"Akun yang di-suspend (ditangguhkan), berbeda dengan akun yang dibatasi," kata juru bicara Twitter mengklarifikasi yang terjadi pada akun-akun yang disebutkan dalam cuitan Andi Arief.

"Dibatasi, bukan ditangguhkan. Dibatasi itu ada keterangan bahwa akunnya dibatasi karena ada aktivitas yang tidak biasa. Kalau ditangguhkan tidak bisa diakses sama sekali," jelasnya.

Secara umum, jika kalian menerima pesan bahwa akun Twitter dibatasi atau di-suspend untuk alasan keamanan, itu berarti Twitter telah mendeteksi adanya perilaku mencurigakan pada akun tersebut. Twitter menduga akun kalian telah disusupi.

Jika merujuk pada halaman bantuan Twitter, ada sejumlah alasan sebuah akun dibatasi atau bahkan ditangguhkan. Yang pertama adalah karena aktivitas spam, keamanan akun terancam, dan adanya tweet atau perilaku penyalahgunaan.

Aktivitas yang dianggap spam adalah alasan yang paling masuk akal, mengingat sistem Twitter saat ini lebih ketat mendeteksi perilaku tersebut.

Jika diperhatikan, sebagian besar akun media menggunakan aplikasi pihak ketiga untuk tweet secara otomatis. Dikatakan juru bicara Twitter, tweet otomatis yang berlebihan pun menurutnya bisa memicu kecurigaan Twitter pada sebuah akun.



"Karena bisa jadi, sebuah akun nge-tweet lebih banyak dalam kurun waktu tertentu dibandingkan hari biasanya. Ini akan kena 'flag' di sistem Twitter sebagai 'aktivitas tidak biasa'. Itu sebabnya, Twitter membatasinya untuk menghindari adanya pelanggaran lebih lanjut atau kemungkinan akunnya dibajak," terangnya.

Ditambahkannya, pengguna yang akunnya dibatasi atau bahkan di-suspend bisa segera melaporkan ke Twitter untuk pemulihan dengan mengikuti petunjuk pada halaman bantuan Twitter. Saat ini, sejumlah akun yang sebelumnya dibatasi terpantau sudah pulih karena sudah melapor.

Simak Video "Bos Twitter akan Uji Coba Layanan Berbayar di Platform-nya"
[Gambas:Video 20detik]
(rns/fay)