Mau Disikat Kominfo, IndoXXI Tutup Layanan Streaming Film

Mau Disikat Kominfo, IndoXXI Tutup Layanan Streaming Film

Adi Fida Rahman - detikInet
Selasa, 24 Des 2019 01:18 WIB
IndoXXI pilih tutup layanan streaming film. Foto: Adi Fida Rahman/detikINET
Jakarta - Setelah sempat kucing-kucingan dan akan disikat Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), akhirnya IndoXXI tutup layanan streaming film.

Pengumuman tersebut disampaikan langsung lewat situsnya. Disebutkan terhitung awal tahun, IndoXXI tidak lagi menayangkan film di website mereka demi mendukung industri kreatif.


"Sangat berat tapi harus dilakukan, terima kasih kepada seluruh penonton setia kami, terhitung sejak tanggal 1 Januari 2020 kami akan menghentikan penayangan film di website ini demi mendukung dan memajukan industri kreatif tanah air, semoga ke depannya akan menjadi lebih baik," tulis IndoXXI.

Entah ini akan menjadi niatan serius dari IndoXXI atau ini sekadar upaya meredam polemik soal layanan streaming ilegal yang menghangat belakang. Semua itu akan terjawab awal tahun nanti.

Sebelumnya diberitakan Kominfo bakal memberangus situs bioskop online termasuk yang paling populer, IndoXXI.

Menkominfo Johnny PlateMenkominfo Johnny G Plate Foto: detikINET/Agus Tri Haryanto

"Jangan sampai kebiasaan bajak dibiarkan," kata Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate ditemui di Gedung Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta Pusat, Senin (23/12/2019).

"Kalau IndoXXI, dan lainnya (situ film bajakan lain) jadi legal, siap nggak? Nanti yang punya haknya marah. Film dibajak, yang lain juga," kata Menkominfo.


Untuk pemblokiran situs-situs bioskop online, Kemenkominfo akan menggandeng Polri dan BSSN. Pihaknya butuh kepastian apakah situs yang ditarget melanggar hukum atau tidak.

"Tidak bisa seenaknya blokir-memblokir. Harus dilihat dulu apakah benar situs itu melakukan pembajakan. Memutuskan hal itu, Kominfo tidak bisa sendiri, kita akan kerja sama dengan kementerian atau lembaga lain seperti Kepolisian, BSSN untuk memastikan apakah situs itu melanggar hukum atau tidak," tandasnya.