Senin, 11 Nov 2019 14:37 WIB

Menristek Optimis RI Lahirkan 2 Startup Unicorn Baru Tahun 2020

Agus Tri Haryanto - detikInet
Menristek/Kepala BRIN Bambang Brodjonegoro. Foto: dok. detikcom Menristek/Kepala BRIN Bambang Brodjonegoro. Foto: dok. detikcom
Jakarta - Menteri Riset Teknologi (Menristek) dan Kepala Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN) Bambang Brodjonegoro mengatakan rasa optimisnya bahwa Indonesia mampu melahirkan dua startup unicorn baru pada awal tahun mendatang.

Bambang melihat melihat pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia naik signifikan, ia optimis ekonomi digital Indonesia semakin baik.

"Ekonomi digital kita ini perubahannya luar biasa pesat. Saat ini 'officially' unicorn-nya lima, berpotensi nambah dua lagi. Akhir tahun ini. Jadi mudah-mudahan memasuki tahun baru 2020 nanti, unicorn kita bisa tujuh," ujar Bambang dikutip dari siaran persnya.



Seperti diketahui, saat ini Indonesia memiliki lima startup unicorn yang di antaranya adalah Tokopedia, Traveloka, Bukalapak, Ovo, dan Gojek. Khusus untuk yang terakhir, perusahaan teknologi tersebut sudah naik tingkat jadi decacorn alias startup yang valuasinya di atas USD 10 miliar.

Bambang mengatakan dengan memiliki lima startup unicorn membawa Indonesia menjadi negara dengan startup unicorn terbanyak di Asia Tenggara. Selain itu, Indonesia juga masuk menjadi 10 negara dengan startup unicorn terbanyak di Dunia.

"Dengan lima saja kita sudah menjadi negara dengan unicorn terbanyak di Asia Tenggara dan masuk top 10 di dunia. Jadi kalau tujuh, barangkali rangking di dunia juga naik," jelasnya.



Bambang menambahkan fenomena digital global saat ini membawa perubahan yang sangat radikal di dalam dunia usaha. Teknologi digital hendaknya dapat diterapkan sepenuhnya pada seluruh rantai nilai industri, sehingga melahirkan business process baru berbasis digital untuk menghasilkan produk berkualitas, serta mencapai produktivitas yang tinggi.

Tantangan bagi setiap pemimpin perusahaan adalah memastikan semua karyawan, baik di level manajerial maupun operasional untuk selalu beradaptasi dengan teknologi digital maupun teknologi maju lainnya. Jangan sampai suatu perusahaan sudah memutuskan untuk go digital tetapi karyawan nya masih belum bisa beradaptasi.

Bambang menuturkan perusahaan saat ini dituntut berubah melalui pemanfaatan teknologi dan peningkatan kompetensi sumber daya manusia. Ia berharap inovasi yg dihasilkan memberikan dampak yang lebih besar ke masyarakat dan pembangunan bangsa.



Simak Video "Pertemukan Investor dan Pelaku Startup, Menristek Formulasikan RnD yang Tepat"
[Gambas:Video 20detik]
(agt/fay)