Rabu, 06 Nov 2019 22:31 WIB

TikTok Disoroti Terkait Keamanan Nasional AS

Rachmatunnisa - detikInet
Foto: Joe Scarnici/Getty Images Foto: Joe Scarnici/Getty Images
Jakarta - Kepopuleran TikTok di Amerika Serikat (AS) terancam bermasalah. Aplikasi jejaring sosial berbagi video ini terkena imbas dari hubungan yang kurang baik di antara AS dan China.

Regulator AS saat ini sedang mencermati lebih dalam berbagai praktik privasi data perusahaan media sosial, pasca skandal kebocoran data Facebook oleh Cambridge Analytica menjadi sorotan internasional.


Tak heran, perusahaan seperti Facebook, Twitter, dan YouTube jadi sasaran empuk dikuliti oleh para regulator AS. Nah, TikTok terancam masalah yang sama. Sialnya, lebih sulit bagi TikTok membela diri karena mereka merupakan perusahaan asal China.

Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah AS memang semakin waspada dengan perusahaan China. Mereka menaruh curiga bahwa perusahaan asal Negeri Tirai Bambu berpotensi memata-matai dan mencuri teknologi milik AS. TikTok hanya salah satu dari sekian banyak perusahaan China yang terdampak hal ini.

Seperti dikutip dari Wired, TikTok saat ini populer digunakan kalangan muda dan remaja AS. Ini menjadi 'bahan bakar' bagi para regulator dan politisi AS untuk mendorong agenda mereka. Hal ini setidaknya terlihat dalam sidang dengar pendapat di gedung DPR AS pekan ini. Para anggota parlemen dan ahli keamanan nasional yang terlibat dalam pertemuan mempertanyakan apakah TikTok benar-benar beroperasi secara independen seperti klaim mereka.

"Para orangtua, jika Anda tidak tahu apa itu TikTok, cari tahu," kata senator Josh Hawley (R-Missouri), salah satu yang paling keras mengkritik saat berbicara kepada Subkomite Senat untuk Kejahatan dan Terorisme.

"TikTok adalah perusahaan yang punya hubungan dengan Partai Komunis China, yang tahu di mana anak-anak Anda berada, tahu seperti apa penampilan mereka, seperti apa suara mereka, apa yang mereka tonton, dan apa yang mereka bagikan satu sama lain," sambungnya.

Sementara itu, TikTok menolak mengirimkan perwakilan eksekutif mereka menghadiri sidang tersebut. Hal yang sama juga dilakukan Apple, sementara perwakilan Facebook, Twitter, YouTube, dan perusahaan internet lainnya hadir.

Meski demikian, Vanessa Pappas, General Manager TikTok AS merilis pernyataan resmi melalui website mereka, menjawab tudingan para anggota dewan parlemen AS.

"Setiap hari, tim kami di AS membuat keputusan yang kami lihat sebagai keputusan terbaik untuk pasar AS, dan kami diberi kebebasan untuk melakukan hal itu," tulisanya.

Pappas juga mengatakan bahwa data pengguna TikTok AS disimpan di AS, dan tim moderasi konten untuk pasar AS juga berbasis di dalam negeri, tepatnya di California.

Sidang berlangsung hanya beberapa jam setelah The Washington Post menerbitkan sebuah artikel tentang mantan staf TikTok yang mengatakan mereka diinstruksikan oleh para manajer mereka di China untuk menyensor video pada platform tersebut. Laporan ini membenarkan adanya ketakutan para anggota parlemen terhadap TikTok.

Bulan lalu, senator Chuck Schumer (D-NY) dan Tom Cotton (R-Arkansas) mengirim surat kepada pejabat intelijen AS yang meminta mereka untuk menyelidiki risiko keamanan nasional yang mungkin ditimbulkan oleh TikTok, termasuk potensi penyensoran atau manipulasi konten tertentu.

TikTok kepada The Washington Post mengatakan, mereka awalnya ingin memoderasi platformnya sesuai dengan seperangkat aturan yang terpusat, tetapi kemudian memikirkan ulang pendekatan 'satu untuk semua'. Sekarang, mereka memiliki kebijakan yang berbeda untuk setiap wilayah tempat TikTok beroperasi.



Selain itu, sebelumnya senator Marsha Blackburn (R-Tennessee) juga mengirimkan surat kepada Head of TikTok Alex Zhu, meminta TikTok menjawab sederet pertanyaan terkait dengan privasi anak-anak.

"Sangat penting agar upaya pengumpulan data anak-anak AS terkait China bisa diakhiri. Karena TikTok dimiliki ByteDance, aplikasi ini tunduk pada undang-undang asing yang memungkinkan pemerintah China mengambil informasi dan teknologi dari kita," tutupnya.

Simak Video "Gara-gara TikTok, BTS Pecahkan Rekor Lagi di Guinness World Records"
[Gambas:Video 20detik]
(rns/rns)