Rabu, 06 Nov 2019 17:47 WIB

Co-CEO Gojek Kevin Aluwi Kenang Bangun Gojek dari Nol

Yakob Arfin - detikInet
Kevin Aluwi (berkacamata) diajak selfie oleh para mitra Gojek (Foto: Gojek) Kevin Aluwi (berkacamata) diajak selfie oleh para mitra Gojek (Foto: Gojek)
Jakarta - Tak banyak masyarakat yang tahu siapa sosok Kevin Aluwi yang telah turut membesarkan Gojek sejak awal dirintis oleh Nadiem Makarim. Kevin ikut terlibat membidani lahirnya Gojek dari nol dan menjadikan perusahaan transportasi berbasis daring itu mencapai valuasi di atas USD 10 miliar.

Kini Kevin Aluwi diangkat sebagai Co-CEO Gojek bersama Andre Soelistyo. Tak cukup dengan capaian Gojek dengan status decacorn, kini Kevin tengah mempersiapkan agar Gojek bisa menyediakan produk untuk pasar global.

"Target kami ke depannya adalah benar-benar membangun produk berkelas dunia," ungkap Kevin dalam keterangan tertulis, Rabu (6/11/2019).


Pernyataan Kevin tersebut menunjukkan bahwa Gojek terus tumbuh dan menyempurnakan produk dan layanan demi mempermudah pelanggan dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Seperti diketahui layanan Gojek saat ini telah membantu dan memudahkan kehidupan masyarakat Indonesia. Kehadiran Gojek telah mengubah pola kehidupan menjadi lebih praktis. Semua kebutuhan bisa dipenuhi lewat Gojek mulai dari ride-hailing, pengiriman barang, pesan antar makanan, beli obat, pijat, bersih-bersih rumah, sampai cuci mobil.

Bagi Kevin, rasa tidak cepat puas menjadi kunci yang terus ia pupuk agar Gojek semakin bertumbuh. Ia menilai Gojek harus terus disempurnakan, termasuk hal-hal kecil di aplikasi Gojek sehingga dapat meningkatkan kenyamanan pelanggan dan mitra Gojek.

Mengutip pepatah yang mengatakan kesuksesan dimulai dari hal yang kecil, dan kini hal itu dapat dilihat dari sosok Kevin Aluwi. Ketika baru membangun Gojek bersama Nadiem, Kevin memulai dengan hal paling mendasar yang ia analogikan sebagai bersih-bersih di kantor.

"Saya bersih-bersih banyak hal. Pada masa-masa awal, kantor kami sangat kecil, sangat gelap. Di tahun pertama, saya lebih banyak membangun tim inti. Saya yang membangun tim finance dan accounting pertama kali di Gojek," ungkap Kevin.

Berawal dari bersih-bersih kantor inilah Kevin kemudian berhasil menciptakan berbagai sistem, yang sampai saat ini digunakan dalam operasional sehari-hari Gojek bersama mitra driver dan pelanggan.

Keahliannya yakni di bidang pengelolaan data dan business intelligence. Dengan kapabilitas serta kompetensi itu Kevin berhasil membuat sistem yang berkesinambungan.

Nadiem pun seakan sudah tahu bahwa Kevin berkompeten untuk diajak membangun Gojek. Awalnya, bahkan Nadiem menawarkan Kevin posisi CEO Gojek. Namun pada akhirnya Kevin memegang jabatan CFO.

"Nadiem sebetulnya menawarkan posisi CEO. Pada waktu itu dia masih bekerja di Kartuku. Tapi pada akhirnya kita memutuskan untuk mengerjakan ini (membangun Gojek) bersama-sama," ungkapnya.

Tak berhenti di situ, Gojek pun menyambut kehadiran talenta terbaik untuk menjadi salah satu punggawa perseroan yaitu Andre Soelistyo dan menggantikan Kevin sebagai CFO.

Sebelum bergabung dengan Gojek, Andre adalah seorang executive director di Northstar Group, perusahaan private equity ternama yang menjadi investor pertama Gojek.

Nadiem, Kevin dan Andre kemudian menjadi punggawa Gojek yang mampu membawa startup nasional ini berkembang, dari nol kemudian menyandang status Unicorn dan sekarang berhasil mencapai prestasi sebagai Decacorn.

Berkat kolaborasi ketiganya, kini Gojek dikenal secara global dan menjadi perusahaan teknologi terdepan di Asia Tenggara. Dalam satu tahun terakhir, Nadiem juga telah memberi mandat kepada Kevin dan Andre untuk bertanggung jawab terhadap operasional Gojek. Di bawah kepemimpinan Kevin dan Andre, Gojek tumbuh pesat hingga memproses lebih dari 2 miliar transaksi per tahun.


Penggalangan dana (fundraising) yang dilakukan Gojek pun mampu menarik minat sejumlah perusahaan kelas dunia seperti Google, Tencent, Mitsubishi and Astra, dengan seri F diperkirakan mampu meraih pendanaan lebih dari USD 2 miliar. Keduanya berbagi tugas dalam menjalankan operasional Gojek sehari-hari dan membawa Gojek semakin berkembang.

Andre fokus pada strategi korporasi, alokasi modal, ekspansi internasional serta layanan pembayaran dan keuangan. Sementara Kevin fokus pada pengembangan produk, strategi pemasaran, pengembangan organisasi dan juga layanan ride-hailing serta pesan-antar makanan.

Simak Video "Tahun Depan Gojek Buka Ekspansi Lagi Tanpa Nadiem Makarim"
[Gambas:Video 20detik]
(akn/fay)