Rabu, 23 Okt 2019 14:14 WIB

Driver Gojek: Kami Bangga Bang Nadiem Jadi Menteri

Akfa Nasrulhak - detikInet
Foto: Gojek Foto: Gojek
FOKUS BERITA Gojek Selepas Nadiem
Jakarta - Mitra pengemudi online roda dua dan roda empat menyambut gembira terpilihnya founder Gojek, Nadiem Makarim, sebagai salah satu menteri Jokowi. Adapun penolakan dari salah satu pihak dinilai untuk kepentingan segelintir yang notabene bukan mitra aktif.

"Saya bangga dan salut ternyata pemerintah nggak menutup mata ke generasi muda. Pendiri startup dan kita jadi bagian dari itu. Saya mewakili teman-teman mendukung itu," ucap Irwanto yang akrab disapa Babeh Bewok, dalam keterangan tertulis Rabu (23/10/2019).

Mitra Gojek roda dua yang merupakan Koordinator Wilayah Jakarta Utara itu optimis Nadiem akan berperan besar di pemerintahan.


"Saya optimis ke depannya jika Allah menghendaki, insyaallah bisa mengemban tugas diberikan pak Jokowi," tegasnya.

Babeh Bewok berharap pada pemerintahan Jokowi periode kedua ini ada perubahan signifikan terhadap bangsa. Terutama di bidang pendidikan yang diamanatkan kepada Nadiem.

Bersamaan dengan itu, Babeh Bewok yang merupakan driver senior sekaligus Anggota tim 10, atau perwakilan driver online se-Indonesia yang memberikan masukan terhadap regulasi transportasi online, menolak ancaman demo oleh Gabungan Aksi Roda Dua (Garda). Ancaman dimaksud sempat muncul dalam pemberitaan sebagai ancaman kepada Nadiem jika menjadi menteri.

"Yang demo saya rasa bukan ojol (ojek online) murni. Saya tahu permasalahannya karena saya merupakan tim 10 yang ikut merumuskan regulasi bersama tim pak Menteri Budi Karya Sumadi," tegasnya.

Menurut Babeh Bewok, segala persoalan dan kekurangan di industri ojek online, terutama Gojek, selalu ada jalur mediasi. Cara itu dinilai lebih efektif dan baik.

"Yang mereka minta itu saya tahu. Sebenarnya tujuan kita sama tapi ya caranya beda dan harus tetap baik," tegasnya.

Hal serupa disampaikan perwakilan Aliansi Nasional Driver Online (Aliando) Wilayah Bintaro Raya dan Tangerang Selatan, Emak Ifa. Ia menilai demo untuk menolak Nadiem menjadi menteri tidak tepat, justru semua driver harus bangga.

"Memang saya perhatikan mulai ada ni di grup-grup (WhatsApp) ajakan demo. Cuma saya katakan, itu tidak tepat. Seharusnya bangga dong bos kita jadi menteri," kata Emak Ifa.

Ifa yang merupakan mitra GoCar (R4) itu juga menyadari adanya kekurangan dalam skema kerja sama sehingga masih harus terus diperbaiki. Tapi, menurutnya, Nadiem menjadi menteri merupakan hal berbeda.

"Kalau nggak ada Nadiem kita nggak ada Gojek. Adanya Grab. Dari Malaysia lho. Tapi kita tetap pilih GoCar karena cinta Indonesia dan yakin GoCar akan jauh lebih baik ke depannya," ungkapnya.

Meski sudah tidak mencampuri lagi urusan manajemen Gojek, Emak Ifa berharap Nadiem tetap memberikan perhatian seperti dulu. Terutama kepada para mitra.

"Yang penting pak Nadiem tetap mendengar suara kami," pintanya.


Menurut Emak Ifa, Nadiem merupakan sosok pimpinan yang mau turun ke bawah. Tidak segan berbincang dengan mitra pengemudi.

"Kami tahu persis lah pak Nadiem. Kalau bicara cocok atau tidak di kementerian, pak Nadiem anak muda yang pintar dan dia cocok," ujarnya.

Ifa pun mengucapkan selamat atas terpilihnya Nadiem menjadi salah satu menteri Jokowi.

"Semoga bisa memegang amanah dari seluruh rakyat Indonesia dengan baik. Tetap peduli kami mitra driver online. Kami cinta Indonesia. Kami cinta pak Nadiem," tegasnya.

Simak Video "Gojek Masih Ramu Formulasi untuk Rebut Hati Pasar Malaysia dan Filipina"
[Gambas:Video 20detik]
(akn/akn)
FOKUS BERITA Gojek Selepas Nadiem