Selasa, 15 Okt 2019 05:06 WIB

Google Larang Aplikasi Pinjam Online di Play Store

Josina - detikInet
Ilustrasi. (Foto: GettyImages) Ilustrasi. (Foto: GettyImages)
Jakarta - Google telah mengumumkan kebijakan barunya untuk melarang adanya aplikasinya jenis pinjaman online di Play Store. Google mengindikasi aplikasi tersebut memiliki praktik yang membahayakan pengguna.

Kebijakan ini dilakukan untuk melindungi dan menjaga para pengguna agar tetap aman. Sebabnya dalam catatan tahunan Google ditemukan adanya kerugian akibat aplikasi ini yang meningkat sampai 36%.


"Kami memperluas kebijakan layanan keuangan kami untuk melindungi orang dari persyaratan pinjaman pribadi yang menipu dan eksploitatif," Kata juru bicara Google kepada Wall Street Journal yang dilansir detikINET dari TechRadar, Selasa (15/10/2019).

"Kebijakan pengembang Google Play kami dirancang untuk melindungi pengguna dan menjaga mereka tetap aman," lanjutnya.

Aturan saat ini pun baru berlaku untuk kawasan Amerika Serikat yang juga menyesuaikan peraturan Truth in Lending Act yang baru saja disahkan. Hal ini memastikan bahwa aplikasi untuk pinjaman pribadi harus menampilkan APR (annual percentage rate).


APR sendiri adalah tingkat bunga yang dikenakan untuk meminjam atau diperoleh melalui investasi termasuk untuk kedua platform yang menawarkan pinjaman secara langsung dan yang menghubungkan konsumen dengan pemberi pinjaman ke pihak ketiga.

Pada tahun 2016 Google juga melakukan tindakan serupa yang melarang iklan pinjaman online tampil di mesin pencariannya.

Simak Video "Duh! WhatsApp Hilang dari Play Store"
[Gambas:Video 20detik]
(jsn/fay)