Rabu, 02 Okt 2019 17:59 WIB

Mau Coba Jualan Online? Contek Tips Suksesnya

Aisyah Kamaliah - detikInet
Ilustrasi jualan online. Foto: istock Ilustrasi jualan online. Foto: istock
Jakarta - Mau coba jualan online dan butuh saran? Survei dari Paxel Buy & Send Insights menyebutkan, jualan online bisa sangat menguntungkan, apalagi di bidang kuliner.

"Melalui medsos belum ada survei yang mencakup transaksi online, menurut kita ini perjalanan menarik, setahun awal dari online itu sumbangsihnya besar terutama dari makanan. Ternyata UKM kita lebih banyak di medsos dibandingkan platform e-commerce platform," jelas COO Paxel Zaldy Ilham Masita.

Mau Coba Jualan Online? Contek Tips SuksesnyaCOO Paxel Zaldy Ilham Masita. Foto: Aisyah Kamaliah/detikINET


"Ternyata paling banyak di WhatsApp dan Instagram. Mereka mulai dari medsos baru buka di platform e-commerce," sambungnya.

Survei ini menemukan, secara berurutan platform yang paling sering digunakan UKM untuk berjualan online adalah WhatsApp (84%), Instagram (81%), Facebook (36%), disusul kemudian Tokopedia (29%), dan Bukalapak (18%).

"Dengan begitu, kita harapkan ibu-ibu, bapak-bapak, yang senang masak, kita lihat profile kebanyakan ibu-ibu yang paling dia bisa yaitu masak, nah demand-nya tinggi dan market ini sebenarnya, makanan, ini bisa menjadi trend baru di bisnis online," ungkapnya.

"Kalau dulu kan jastip (jasa titip -red) ribet, itu membuat entrepreneur kayak kita agak sulit masuk ke produk lain, tapi produk makanan paling simpel dan 50% pengiriman Paxel itu makanan loh dan 20% - nya itu frozen food dan ready to eat," sambung Zaldy.


Mau Coba Jualan Online? Contek Tips SuksesnyaPaxel Buy & Send Insights. Foto: Aisyah Kamaliah/detikINET

Kiat dari pebisnisnya langsung

Gabriella Citra, pendiri bisnis kuliner dengan akun Instagram @mamasakan membagikan kiat melebarkan sayap dengan memperkuat pengiriman same day.

"Aku mulai Oktober 2018 di Bandung, awal aku buka area Bandung aja pakai ojol, kalau keringan kita bisa kirim ke seluruh Indonesia. Tapi ternyata peminatnya juga banyak yang ke luar Bandung, tapi aku bingung kalo makanan basah kan nggak bisa," kisahnya.

"Februari aku mulai kenal Paxel, sebenarnya bisa aku jastip karena mama di Jakarta tapi tetap dikirimnya pakai ojol lagi," sambungnya.

Gabriella mengaku awalnya dia berusaha mengirim makanan basah menggunakan jasa travel. Namun, cara ini ternyata tidak efektif. Sebabnya, harus ada yang mengantar ke travel dan pembelinya harus mengambil.

Setelah menggunakan layanan pengiriman same day dari Paxel, ia pun merasa mengalami peningkatan penjualan.

"Udah mau satu tahun, dulu cuma 10 orang sekarang sudah ada temannya, karyawan sudah mau 40 orang," tutupnya.

Simak Video "Pos Indonesia Bebenah untuk Masuk Pasar E-Commerce Dunia"
[Gambas:Video 20detik]
(rns/fay)