Jumat, 27 Sep 2019 08:30 WIB

Mengapa Orang Gampang Termakan Hoax?

Aisyah Kamaliah - detikInet
Foto: lustrasi/thinkstock Foto: lustrasi/thinkstock
Jakarta - "Ini kan gak boleh kata broadcast di grup!" kata seorang ibu. Sang anak menimpali, "Hoax itu, Bu."

Pernah dengar atau alami kejadian serupa? Hoax memang salah satu masalah yang muncul dari era digitalisasi karena ya, siapa sih yang tidak punya smartphone? Kita semua bisa mengakses informasi apapun dengan mudah lewat smartphone.


Semua informasi ada di genggaman, tapi apakah benar atau tidak informasi tersebut, menjadi tugas kita untuk menyaringnya terlebih dahulu. Hal ini dijelaskan Benny Prawira, SPsi, Ketua Komunitas Pencegahan Bunuh Diri, Into The Light.

"Ada yang bilang terkait dengan kecerdasan, ada yang bilang nggak juga. Ada yang bilang itu karena belief system kita, jadi kalau kita percaya sama satu hal sama satu sosok hoax itu bener karena itu muncul dari sosok itu," ungkapnya kepada detikINET.

Benny tak menampik ada juga hal lain, misalnya kurangnya kemampuan kita untuk berpikir kritis yang membuat kita jadi mudah 'pusing' melihat informasi secara lebih mendetail dari segala sisi.

"Seringkali kita juga harus lihat generasi yang lebih tua menganggap berita yang beredar kayak di WhatsApp sama validnya dengan yang disiarkan di TV, padahal nggak. So itu masalah literasi digital lagi," sambungnya.


"Ada banyak hal yang membuat hoax itu marak banget di Indonesia. Aku nggak percaya itu soal intelligence, tapi ya itu apa yang kita percayai, kemampuan kita berpikir kritis, literasi digital, itu semua yang mempengaruhi semuanya sih," tutupnya.

Simak Video "Facebook Gunakan Teknologi AI untuk Saring Konten Negatif"
[Gambas:Video 20detik]
(rns/rns)