Kamis, 19 Sep 2019 16:57 WIB

Lowongan Kerja Cyber Security, Nggak Harus Sarjana!

Aisyah Kamaliah - detikInet
Foto: DW (News) Foto: DW (News)
Jakarta - Indonesia butuh talenta di bidang keamanan cyber untuk jumlah besar di tahun 2030. Hal ini dikarenakan Indonesia menghadapi bonus demografi, dengan angka penduduk produktif akan berjumlah dua kali lipat.

Hal ini dijelaskan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara. Ekonomi Indonesia juga diprediksi menjadi yang terbesar di ASEAN. Itulah mengapa, human development atau talent development penting.


Kementerian Kominfo sendiri telah menawarkan beasiswa dan melakukan pelatihan dengan perusahaan IT besar misalnya Microsoft.

"Kami nggak peduli, asal mereka nggak lebih tua dari 29 tahun dan mereka lolos tes. Semua global company, Google, Apple mereka nggak butuh degree sebagai recuitment selama bisa melewati tes," jelas Rudiantara di sela acara ASEAN Chief Information Officer Association di BPPT, Jakarta, Kamis (19/9/2019).

Nanti, mereka disebut sebagai gladiator cyber security yang fokusnya adalah pada bidang cyber security.

"Mereka tak harus menjadi ahli, tapi setidaknya mereka bisa bergabung dengan bisnis ini segera," ujarnya.

Disebutkan Rudiantara, saat ini mereka masih memonitor angka yang terkena serangan cyber. Indonesia selalu berada dalam daftar 10 besar negara dengan serangan cyber terbanyak.

"Kebanyakan dari mereka adalah malware. Tapi kebanyakan bukan dari negara yang menyerang negara lainnya. Penyerangnya bisa jadi dari yang lain. Namun menggunakan proxy," sebutnya.


Di akhir kata, Rudiantara berharap ASEAN bisa menjadi satu wilayah yang kuat menghalau serangan cyber. "Kalau perlu kita punya satu aturan cyber security," tutupnya.

Simak Video "Data Penumpangnya Bocor, Lion Air Merasa Jadi Korban"
[Gambas:Video 20detik]
(rns/fay)