Rabu, 11 Sep 2019 12:42 WIB

Bukalapak PHK Karyawan, Ini 6 Fakta di Baliknya

Virgina Maulita Putri - detikInet
Bukalapak PHK Karyawan, Ini 6 Fakta Di Baliknya Foto: detikINET/Anggoro Suryo Jati Bukalapak PHK Karyawan, Ini 6 Fakta Di Baliknya Foto: detikINET/Anggoro Suryo Jati
FOKUS BERITA PHK Bukalapak
Jakarta - Bukalapak mengonfirmasi bahwa mereka telah melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) kepada sejumlah karyawannya. Hal ini dilakukan oleh startup unicorn tersebut sebagai upaya restrukturisasi.

Rupanya rumor PHK ini telah menyebar di kalangan karyawan Bukalapak sejak sekitar tiga bulan yang lalu. Sumber detikINET menyebutkan bahwa rumor tersebut mulai menyebar ketika adanya PHK di divisi Customer Service Management (CSM) pada 3 bulan yang lalu.



Tidak diketahui jumlah pasti karyawan yang terdampak PHK ini. Berikut adalah serangkaian fakta-fakta di balik PHK karyawan Bukalapak:

1. Upaya Restrukturisasi

Juru bicara Bukalapak mengungkap bahwa PHK pada sejumlah karyawan dilakukan sebagai upaya restrukturisasi. Tambahnya, sudah lazim bagi perusahaan mana pun untuk melakukan restrukturisasi, rasionalisasi dan rekrutmen yang fokus untuk mendukung strategi bisnisnya.

"Di skala perusahaan yang sudah tumbuh sebesar ini, tentunya kami perlu menata diri dan mulai beroperasi layaknya perusahaan yang sudah dewasa, atau bisa kami sebut sebagai a grown up company. Terutama untuk menjamin visi kami untuk terus tumbuh sebagai sustainable e-commerce dalam jangka panjang," kata manajemen Bukalapak, Selasa (10/9/2019).

Tidak diketahui berapa jumlah karyawan yang terdampak perampingan ini. Selain itu, startup yang didirikan oleh Achmad Zaky ini juga dikabarkan menutup kantor mereka yang ada di Medan dan Surabaya.

2. Dampak ke Layanan

Walau baru saja memangkas jumlah karyawan, Bukalapak memastikan bahwa keputusan ini tidak akan berdampak terhadap layanan yang mereka berikan kepada pengguna.

"Tidak ada dampak ke layanan kami untuk pelanggan. Kami justru ingin terus memberikan impact terhadap Indonesia dan bahkan dunia, tidak hanya saat ini tapi terus hingga generasi-generasi jauh di bawah kita. Yang jelas kami menata diri secara terbatas dan selektif supaya kami bisa fokus untuk bisa implementasi strategi bisnis jangka panjang," ucap juru bicara manajemen Bukalapak kepada detikINET, Selasa (10/9/2019).

3. Kisah Karyawan

Sumber detikINET mengatakan rumor PHK ini telah menyebar sejak tiga bulan yang lalu sejak diadakan PHK terhadap karyawan di divisi Customer Service Management (CSM).

"Anak-anak CSM yang kena (PHK, sekitar) 120 orang. Sejak itu kabar ada PHK lanjutan menyebar. Jadi ya perasaannya ngeri-ngeri sedap gitu," ujar sumber tersebut ketika dihubungi detikINET.

Namun saat itu PHK masih sekedar rumor di kalangan karyawan. Sampai akhirnya sumber detikINET pun dinyatakan dirinya menjadi bagian yang kena PHK oleh Bukalapak. "Pas hari-H ya tangan gua dingin. Kepala pusing. Shock banget."

Sementara itu, informasi lain menyebutkan ada beberapa divisi yang terkena perampingan di Bukalapak. Salah satunya adalah divisi marketing di mana karyawan yang terdampak berjumlah puluhan orang.

4. Total Karyawan Bukalapak

PHK yang dilakukan Bukalapak membuat publik bertanya-tanya berapa jumlah total karyawan yang dimilikinya. Startup yang identik dengan warna merah marun ini menyebut mereka memiliki sekitar 2.500 karyawan.

"Sebagai perusahaan dengan jumlah karyawan total 2.500-an, kami menata diri secara terbatas dan selektif untuk bisa mewujudkan visi kami sebagai sustainable e-commerce," kata juru bicara Bukalapak soal PHK.

Data dari iPrice menyebutkan angka yang tidak begitu jauh, yaitu 2.696 karyawan pada kuartal II 2019. Di sektor e-commerce Indonesia, mereka hanya kalah dari Shopee yang punya 3.017 karyawan di periode itu dan Tokopedia di tempat pertama dengan 3.144.

5. Tanggapan Menkominfo

PHk yang dilakukan oleh Bukalapak menarik perhatian Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara. Apalagi dengan status Bukalapak sebagai startup unicorn kebanggaan Indonesia.

"Dalam konteks bisnis (peningkatan profitabilitas) dan merespons pasar yang sangat dinamis, hal yang wajar apabila ada 'realokasi' atau 'churn' jumlah pegawai," kata Rudiantara dalam pesan singkatnya kepada detikINET, Selasa (10/9/2019).

Tapi, dengan pertumbuhan Bukalapak yang mencapai tiga kali, Rudiantara mengatakan mungkin mereka akan melakukan perekrutan kembali secara strategis. "Namun yang kualifikasinya lebih sesuai dengan dinamika bisnis," ucapnya.

6. Saham Investor Anjlok

Seiring perjalanannya, Bukalapak berhasil menggaet sejumlah investor yang berniat untuk menyuntikkan modal. Sejauh ini, Bukalapak tercatat mendapatkan suntikan modal dari Ant Financial, Mirae Asset-Naver Asia Growth Fund, GIC dan Grup Emtek.

Akibat PHK karyawan ini juga dirasakan oleh salah satu investor Bukalapak yaitu PT Elang Mahkota Teknologi Tbk atau Grup Emtek. Saham berkode ticker EMTK tersebut pada penutupan perdagangan hari Selasa (10/9) tercatat 'rontok' hingga Rp 900 (12,5%) ke level Rp 6.300 per saham.

Simak Video "PHK Massal Karyawan, Bukalapak Coba Kejar Profit"
[Gambas:Video 20detik]
(vmp/krs)
FOKUS BERITA PHK Bukalapak

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com