Rabu, 28 Agu 2019 11:51 WIB

Pro dan Kontra Netizen Malaysia soal Masuknya Gojek

Fino Yurio Kristo - detikInet
Gojek. Foto: detikINET/Agus Tri Haryanto Gojek. Foto: detikINET/Agus Tri Haryanto
Jakarta - Gojek sudah mendapat restu dari pemerintah Malaysia untuk masuk ke negara jiran itu dengan status menunggu regulasi. Pro dan kontra pun bermunculan soal kedatangan ojek online di sana, termasuk di media sosial.

"Sebesar apapun saya setuju kita punya pilihan soal Gojek, pengguna jalan lain akan berbagi jalan yang sama dengan rider Gojek. Apa kalian tak ingat seberapa gila pengendara motor di Malaysia? Maka jalanan kita akan lebih berbahaya," tulis netizen bernama Sakinah Al-Habshee.

"Gojek saya pikir bukan hanya layanan motor. Ini adalah platform untuk bermacam bisnis mobile. Jadi, anak muda Malaysia yang kreatif dan inovatif, ambil kesempatan untuk menunjukkan bakat kalian saat Gojek sudah masuk Malaysia," sebut netizen yang mendukung Gojek.




"Jika kita ingin layanan ride hailing lokal melayani dengan lebih baik, maka biarkan mereka berkompetisi. Jika Gojek bisa menyediakan layanan paling efisien, mereka pantas untuk menang," tulis yang lain.

Suara kontra pun cukup banyak. Mereka menyoroti soal keamanan kendaraan roda dua serta berbagai argumen lainnya. Menpora Malaysia Syed Saddiq Syed Abdul Rahman juga kena kritik.

"Gojek di Malaysia adalah ide buruk. @SyedSaddiq, berkendaralah di sekitar Kuala Lumpur saat jam sibuk dan lihatlah sikap pengendara motor. Menambahkan motor di jalanan adalah hal berlawanan saat kita mencoba jadi negara maju," sebut netizen bernama Jeff Sandhu.

"Sekali Gojek yang sudah meraksasa datang dengan kapabilitas mereka dan berkembang cepat, akankah masih ada peluang untuk kompetisi lokal?" sebut yang lain mencemaskan soal perusahaan transportasi lokal.




Simak Video "Perwakilan Ojol Indonesia Memaafkan Bos Taksi Malaysia"
[Gambas:Video 20detik]
(fyk/krs)